
seseorang yang merasa tidak pernah didengar / foto: Magnific/bearfotos
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa. Justru saat seseorang memasuki usia dewasa, ia mulai melihat masa kecilnya dari sudut pandang yang lebih luas dan objektif. Pada tahap ini, banyak anak dewasa menyadari bahwa beberapa pengalaman masa lalu telah membentuk cara mereka berpikir, merasa, dan menjalani hubungan dengan orang lain.
Menariknya, tidak semua kekecewaan terhadap orang tua diungkapkan secara langsung. Banyak anak dewasa memilih diam karena tidak ingin menyakiti perasaan orang tua, menghindari konflik, atau merasa bahwa membicarakannya sudah tidak akan mengubah apa pun. Namun menurut psikologi perkembangan dan psikologi keluarga, ada sejumlah penyesalan yang sering disimpan dalam hati oleh anak-anak yang telah dewasa.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (3/6), terdapat sembilan hal yang paling sering menjadi penyesalan tersembunyi tersebut.
1. Tidak Pernah Merasa Benar-Benar Didengar
Salah satu kebutuhan emosional paling mendasar manusia adalah merasa didengar dan dipahami. Banyak anak dewasa mengenang masa kecil mereka sebagai periode ketika orang tua lebih sering memberi nasihat, mengkritik, atau memerintah daripada mendengarkan.
Ketika anak mencoba mengungkapkan perasaan sedih, takut, atau kecewa, respons yang diterima sering kali berupa:
"Jangan cengeng."
"Kamu terlalu sensitif."
"Sudah, itu masalah kecil."
Akibatnya, anak belajar menyimpan perasaan sendiri dan tumbuh menjadi orang dewasa yang kesulitan mengekspresikan emosi secara sehat. Mereka mungkin tidak pernah mengungkapkan penyesalan ini kepada orang tua, tetapi dalam hati mereka berharap pernah memiliki ruang aman untuk didengar tanpa dihakimi.
2. Kasih Sayang yang Terasa Bersyarat
Dalam keluarga tertentu, penghargaan dan perhatian lebih banyak diberikan ketika anak berprestasi. Nilai bagus, kemenangan lomba, atau pencapaian akademik menjadi sumber utama pujian.
Tanpa disadari, anak dapat menyimpulkan bahwa dirinya dicintai karena pencapaiannya, bukan karena dirinya sebagai individu.
Saat dewasa, mereka sering mengalami:
Perfeksionisme berlebihan.
Takut gagal.
Sulit menerima diri sendiri.
Merasa tidak pernah cukup baik.
Mereka mungkin tetap menghormati orang tua, tetapi diam-diam menyesali bahwa cinta yang mereka rasakan dulu seolah harus "dibayar" dengan prestasi.
3. Terlalu Banyak Kritik dan Terlalu Sedikit Apresiasi

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
