
Ilustrasi minuman soda.
JawaPos.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyebut sebanyak 63 persen orang dewasa di negara itu menyatakan mereka mengkonsumsi setidaknya satu minuman soda setiap hari.
Padahal, sejumlah studi menyarankan untuk menghindari minum soda setiap hari.
Pasalnya, minuman bersoda ini memiliki efek negatif yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
"Soda menimbulkan banyak risiko kesehatan karena komposisinya," Kelsey Costa seorang ahli diet terdaftar dan spesialis penelitian kesehatan yang berbasis di AS seperti dikutip dari Eat This, Not That.
Menurut Costa, soda mengandung tambahan gula, biasanya dalam bentuk sirup jagung fruktosa tinggi.
Kebanyakan kaleng minuman soda yang memiliki berat 1,2 kilogram mengandung 10-12 sendok teh (39-49 gram) atau dua kali lipat dari batas harian yang direkomendasikan.
"Asupan gula tambahan yang tinggi dikaitkan dengan banyak dampak buruk bagi kesehatan, mulai dari peningkatan berat badan dan risiko peradangan hingga kondisi kesehatan mental dan kanker," tuturnya.
Berikut dampak buruk yang terjadi pada tubuh jika minum soda setiap hari:
1.Berat Badan Naik
Pertambahan Berat Badan Setiap kaleng soda mengandung sekitar 150 hingga 200 kalori, yang sebagian besar berasal dari tambahan gula.
Costa, yang memiliki tingkat risiko diabetes tipe 2 , mengatakan mengonsumsi soda secara teratur dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan insulin secara berulang.
Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, yang berperan penting dalam perkembangan diabetes tipe 2.
Penelitian serupa dipublikasikan di Diabetes Care pada Agustus 2010 dan Diabetes Care Research pada Desember 2019.
3. Ganggu Kesehatan Tulang
Mengganggu Kesehatan Tulang Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam fosfat yang banyak ditemukan dalam minuman berkarbonasi dapat mengganggu penyerapan kalsium dan melemahkan tulang.
American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan penelitian pada bulan September 2014 yang menunjukkan peningkatan risiko patah tulang pinggul sebesar 14% untuk setiap peserta yang mengonsumsi soda sepanjang hari.
4. Tingkatkan Resiko Gangguan Ginjal
Meningkatkan risiko penyakit ginjal Minuman berkarbonasi tinggi fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh yang dapat menyebabkan asam urat dan batu ginjal.
Asam urat adalah kondisi menyakitkan dimana kristal asam urat menumpuk di persendian.
Sebaliknya, batu ginjal adalah endapan keras mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal dan bisa sangat menyakitkan saat dikeluarkan.
5. Tingkatan Resiko Penyakit Jantung
Baca Juga: Sambut Hari Ibu, BKKBN Gelar Layanan KB dengan Target 1,25 Juta Akseptor
Tingkat Risiko Penyakit Jantung Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung, namun konsumsi minuman berkarbonasi setiap hari meningkatkan risiko penyakit jantung akibat asupan gula yang berlebihan, obesitas, diabetes, Dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
