Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2023, 21.56 WIB

Pasutri Wajib Tahu! Ternyata Ini 10 Gejala dan Penyebab Bayi Lahir Prematur

Seorang bayi prematur Palestina terbaring di inkubator di bangsal bersalin Rumah Sakit Shifa, di Kota Gaza (REUTER/Mohammed Al-Masr) - Image

Seorang bayi prematur Palestina terbaring di inkubator di bangsal bersalin Rumah Sakit Shifa, di Kota Gaza (REUTER/Mohammed Al-Masr)

JawaPos.Com - Pasutri atau pasangan suami istri baru, mungkin harus lebih banyak belajar sebelum merencanakan atau memasuki masa kehamilan.

Ya, kehamilan merupakan salah satu kondisi yang harus banyak dipersiapkan khususnya bagi pasangan suami istri.

Hal ini tentu bertujuan untuk mengantisipasi dan memahami setiap perubahan di masa kehamilan.

Salah satu yang penting dan perlu diketahui pula yakni kelahiran bayi prematur.

Bayi prematur, pada umumnya diketahui  lahir sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu.

Namun tahukah kamu, bayi yang lahir prematur juga menghadapi tantangan kesehatan yang unik.

Dilansir dari Tommys.org, Senin (27/11), berikut penyebab dan gejala bayi lahir prematur.

1. Rendahnya hormon PAPP-A

Rendahnya kadar hormon Pregnancy Associated Plasma Protein-A (PAPP-A), yang diproduksi plasenta pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan preeklamsia pada ibu hamil.

2. Kondisi Plasenta previa

Ibu hamil dengan komplikasi kehamilan plasenta previa atau kondisi ari-ari berada di bagian bawah rahim, dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir bayi juga rawan melahirkan bayi prematur.

3. Kondisi Air Ketuban

Polihidramnion atau cairan ketuban yang kadarnya di atas normal dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

Kondisi ini bisa terjadi ketika ibu hamil bayi kembar, memiliki diabetes, terkena infeksi, atau ada penyumbatan di usus bayi.

4. Kelainan rahim

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore