Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2023 | 15.56 WIB

Mengenal Sindrom Cinderella Complex, Gangguan Kepribadian yang Berdampak Buruk pada Keberlangsungan Hubungan

Ilustrasi: Perempuan penderita sindrom cinderella cenderung tak bisa mandiri dan selalu bergantung pada pasangan. - Image

Ilustrasi: Perempuan penderita sindrom cinderella cenderung tak bisa mandiri dan selalu bergantung pada pasangan.

JawaPos.com – Sindrom cinderella complex merupakan suatu gangguan yang membuat wanita cenderung bergantung pada orang lain, terutama pria. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada 1981 oleh seorang terapis asal New York bernama Colette Dowling.

Cinderella complex ini bukan tentang kesehatan mental, namun masuk dalam kategori gangguan psikologis tertentu atau seperti gangguan kepribadian dependen atau tidak bisa mandiri.

Seseorang yang menderita sindrom ini berkaitan dengan pola asuh orang tua semasa kecil. Biasanya karena ada stereotipe bahwa wanita hanyalah sebagai pihak yang menerima, sementara pria dianggap sebagai pihak yang perlu lebih banyak memberi dan bekerja.

Stereotipe tersebut membuat sebagian orang tua mengasuh anak perempuannya dengan lebih protektif dan minim tekanan. Ini berdampak buruk yang mengakibatkan anak perempuan cenderung berpikir bahwa akan ada orang lain yang selalu membantu jika mereka dihadapkan pada kesulitan.

Sifat ini pada akhirnya membuat wanita tidak mampu membangun identitas diri yang kuat untuk menjalani kehidupan mandiri.

Selain pola asuh orang tua ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom cinderella complex, di antaranya adalah pengaruh lingkungan sosial yang sering merendahkan da mengisolasi wanita, menderita gangguan psikologi, seperti gangguan kepribadian dependen.

Seseorang yang memiliki sindrom cinderella complex biasanya menganggap bahwa sikapnya yang terlalu bergantung kepada orang lain merupakan hal biasa. Tentu sangat berdampak negatif jika sindrom ini dibiarkan.

Namun tidak ada metode pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk menangani sindrom tersebut. Mungkin, langkah utama yang dapat dilakukan adalah mengubah pola pikirnya secara perlahan.

Penting untuk menanamkan pemikiran bahwa wanita bisa menghadapi kesulitan dan ketakutannya sendiri, tanpa memerlukan intervensi dari orang lain.

Lalu apa saja gejala dari sindrom cinderella complex? Berikut adalah sejumlah gejala yang umum dialami oleh perempuan dengan sindrom cinderella complex.

1. Memimpikan pasangan yang bisa melindungi, mengayomi dan menyediakan segala kebutuhan.

2. Ingin selalu bersama dengan pasangan dan bahkan sering berkorban agar bisa selalu bersamanya.

3. Kehilangan rasa percaya diri jika sedang tidak bersama pasangan.

4. Cenderung menerima segala pilihan dan keputusan yang diambil oleh pasangan dan tidak memiliki pendiriannya sendiri.

5. Merasa yakin bahwa akan ada seseorang yang datang menyelamatkannya dari suatu permasalahan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore