Ilustrasi tertawa secara berlebihan. (sumber : freepik)
JawaPos.com – Tertawa memang bisa melepaskan hormon endorfin yang mengurangi stres. Sehingga tertawa bisa meningkatkan mood seseorang dan melupakan sejenak masalah kehidupan.
Tetapi ternyata, ada mitos yang mengatakan, tertawa yang berlebihan dikatakan bisa menyebabkan kematian. Apakah benar?
Dilansir dari laman Healthline, pada Selasa (14/11) seorang filsuf asal Yunani, Chrysippus, meninggal akibat menertawakan leluconnya sendiri. Beberapa orang percaya dia meninggal karena tertawa berlebihan.
Namun, kendati ada bukti menunjukkan bahwa orang bisa meninggal karena tertawa secara berlebihan, tapi bukan pemicu utamanya. Sebab, kematian saat seseorang tertawa bisa dipicu suatu kondisi kesehatan.
1. Penderita Aneurisma
Aneurisma otak adalah tonjolan yang terbentuk di pembuluh darah (arteri) di otak. Beberapa aneurisma tidak terdiagnosis sebagai pemicu kematian, namun tonjolannya yang ada pada otak dapat pecah dan menyebabkan pendarahan.
Aneurisma yang pecah dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan otak, serta menyebabkan peningkatan tekanan pada rongga tengkorak. Peningkatan tekanan ini dapat mengganggu suplai oksigen ke otak, hingga mengakibatkan koma atau kematian.
Tanda-tanda pecahnya aneurisma otak antara lain Sakit kepala yang parah dan tiba-tiba, muntah, penglihatan ganda, kejang, kepekaan terhadap cahaya, dan kebingungan
2. Penderita asma
Beberapa orang yang mengalami gejala asma ringan, tidak dianjurkan untuk tertawa dengan berlebihan, karena dapat memperparah keadaan asma sehingga sulit untuk bernapas.
Ketika tidak ditangani dengan segera, asma yang disebabkan oleh tertawa terlalu keras dapat mengancam jiwa dan menyebabkan gagal napas hingga serangan jantung.
3. Kejang gelastik
Jenis kejang satu ini biasanya berawal di hipotalamus, kejang ini sering kali dikaitkan dengan tawa atau cekikikan yang tidak terkendali saat bangun atau tidur. Orang yang mengalami kejang gelastik mungkin tampak tertawa, tersenyum, atau menyeringai. Ekspresi emosional ini terkadang disebabkan oleh tumor otak yang berada di hipotalamus dan jika tidak ditangani dengan segera akan memicu kematian.
4. Sesak napas

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
