
Ilustrasi diabetes.
JawaPos.com–Dokter spesialis penyakit dalam Soebagijo Adi Soelistijo menyerukan kepada setiap orang untuk mengenali gejala diabetes sejak dini. Hal tersebut dianggap penting sehingga tidak perlu menunggu skrining untuk mengetahui kondisi terkena diabetes atau tidak.
”Kita harus mengenali secara dini diabetes supaya kita tahu sejak dini, tidak menunggu skrining. Harus tahu tanda-tanda. Ada dua yakni gejala akut yang terjadi mendadak dan gejala kronis,” ujar Soebagijo dilansir dari Antara pada Senin (13/11).
Terdapat tiga gejala diabetes akut. Yakni banyak makan, banyak minum, dan banyak kencing. Mereka yang mengalami gejala banyak makan lalu membiarkannya, nafsu makan akan turun sehingga berat badan juga turun.
”Kalau tidak mendapatkan pengobatan bisa berlanjut gawat,” kata Soebagijo yang juga menjadi bagian dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.
Kemudian ada juga gejala kronis diabetes. Di antaranya kesemutan, rasa panas, kram, mudah lelah, mengantuk, dan pandangan mata kabur, sehingga sering berganti kacamata sebab ukuran lensa mata berubah-ubah akibat kadar gula di dalam tubuh yang tidak stabil.
”Gejala kronis lain, yaitu gatal-gatal, gigi goyah, kemampuan seksual menurun, dan ibu hamil yang kerap keguguran,” terang Soebagijo Adi Soelistijo.
”Ibu hamil yang sering keguguran selain merupakan komplikasi atau gejala kronis, juga bisa mendeteksi orang itu punya risiko untuk diabetes,” tambah dia.
Dia menjelaskan, akibat kadar gula yang tinggi, juga kerja insulin yang tidak baik dapat menyebabkan perubahan-perubahan metabolisme bagi bayi maupun ibu. Kadar gula yang tinggi akan mengubah pembuluh-pembuluh darah yang sangat diperlukan, sehingga bayi akan rawan terhadap keguguran.
Kementerian kesehatan menjamin pembiayaan skrining diabetes gratis bersama 13 jenis penyakit lain. Yakni hipertensi, stroke, jantung, kanker serviks, kanker payudara, TBC, anemia, kanker paru, kanker usus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), thalassemia, hipotiroid kongenital, dan hepatitis.
Sementara itu, bagi yang sudah telanjur terkena diabetes, disarankan mengenali komplikasi secepat mungkin. Komplikasi akut diabetes yang paling sering adalah hipoglikemi atau kondisi gula darah drop.
”Sementara komplikasi kronis lain yang kita takuti itu kebutaan, stroke, serangan jantung, gagal ginjal, kaki diamputasi,” papar Soebagijo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
