Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juni 2021 | 13.20 WIB

Vaksin dan Protokol Kesehatan Efektif Cegah Penyebaran Covid-19

Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Vaksinasi menjadi harapan khususnya sektor ritel modern. Ini penting guna mendorong perekonomian Indonesia supaya bangkit ke - Image

Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Vaksinasi menjadi harapan khususnya sektor ritel modern. Ini penting guna mendorong perekonomian Indonesia supaya bangkit ke

JawaPos.com - Vaksin Covid-19 produksi Sinopharm telah mendapatkan persetujuan Emergency Use of Authorization (EUA) di lebih dari 27 negara termasuk Indonesia, yang mengeluarkan EUA sejak April 2021. Vaksin ini juga telah mendapatkan Emergency Use of Listing (EUL) dari WHO pada 7 Mei 2021.

"Studi klinis fase 3 pada lebih dari 42 ribu subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, menunjukkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen. Hasil pengukuran imunogenesitas penggunaan vaksin menunjukkan pembentukan antibodi tergolong tinggi pada orang lansia dan dewasa," kata juru bicara penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Senin (31/5).

Meski demikian, perlu diingat vaksinasi saja belum cukup memberi perlindungan prima dalam mencegah penularan. Sehingga penerapan protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer tetap dilakukan.

Menurut Wiku, seluruh jenis pengendalian Covid-19 saling melengkapi, tidak bisa berdiri sendiri dan dijalankan dalam waktu bersamaan. Menurut Wiku, Indonesia saat ini masih memfokuskan pada kelompok rentan terpapar Covid-19.

Karena itu, vaksin terhadap anak-anak belum diutamakan mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori anak-anak.

"Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan," ucap Wiku.

Perkembangan terbaru dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) per 25 Mei 2021, ada sebanyak 1.744 WGS yang dikumpulkan ke bank data GISAIDM, dimana sebanyak 1.711 diantaranya sudah selesai dilakukan. Sedangkan untuk varian of concern yang terdeteksi ialah jenis B117 sebanyak 16 kasus, varian B1617+ sebanyak 27 kasus, varian B1351 sebanyak 2 kasus dan varian B1525 sebanyak 1 kasus.

Baca juga: Awal 2022 Vaksin Merah Putih Disebut Siap Digunakan

Namun masyarakat sebaiknya tidak fokus terhadap penemuan varian virus. Melainkan adanya data terbaru hasil WGS dijadikan upaya meningkatkan kewaspadaan dengan semakin mematuhi protokol kesehatan. "Adanya varian baru tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan. Karena dapat berujung pada melemahkan imunitas diri," pesan Wiku.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore