
ILUSTRASI. Gejala stroke bisa ditunjukan dengan adanya kelemahan pada salah satu lengan atau tangan. (Flin rehab)
JawaPos.com - Stroke adalah suatu serangan yang disebabkan karena penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Penyakit ini berisiko kecacatan hingga kematian pada pasien. Kesembuhan penyakit stroke sangat bergantung pada periode emas atau kecepatan pasien dibawa ke rumah sakit.
Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Dinda Diafiri, Sp.S dalam webinar dengan tema 'Stroke saat Lebaran, Risiko dan Penanganannya'. Dokter Dinda mengenalkan slogan SeGeRa Ke RS dari Kementerian Kesehatan agar pasien segera dibawa ke rumah sakit jila mengalami sejumlah gejala.
"Jika mengalami gejala-gejala ini, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, karena setiap detiknya sangatlah berharga," katanya dalam webinar baru-baru ini.
Menurut dr. Dinda, stroke memiliki periode emas yaitu 4,5 jam, jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan. Ia mengingatkan jangan menunda ke rumah sakit dengan harapan gejala akan mengalami perbaikan dengan sendirinya.
"Bila segera dibawa ke RS, penanganan stroke bisa menyelamatkan bagian otak yang belum mengalami kematian. Sehingga bisa dikatakan dapat mencegah kematian jaringan yang terlalu luas," katanya.
Selain itu, dr Dinda menyesalkan, banyak pula masyarakat yang jika memiliki gejala stroke (seperti mulut mencong atau berbicara pelo) justru dibawa ke dukun atau ke pengobatan alternatif. Padahal seharusnya orang tersebut segera dibawa ke rumah sakit.
Lalu apa saja gejalanya?
1. Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
2. Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
3. BicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.
4. Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh.
5. Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba.
6. Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya.
7. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar/sempoyongan).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
