Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 02.31 WIB

Indonesia Duduki Posisi Satu Negara Perokok Terbanyak di Dunia, Kemenkes Ungkap Tiga Faktor Ini Jadi Alasannya

Ilustrasi rokok yang dijual di pasar ritel. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi rokok yang dijual di pasar ritel. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com – Indonesia menduduki posisi pertama sebagai negara dengan jumlah penghisap rokok terbanyak di dunia.

Data ini berdasarkan laporan World of Statistics melalui laman media sosial X resmi @stats_feed, memaparkan jumlah perokok dengan jenis kelamin pria mendominasi di Indonesia sebanyak 70,5 persen per 20 Agustus.

Postingan itu pun telah mendapat 4 juta views, 2,3 ribu retweets, 16,1 ribu likes, dan 1,2 ribu quote tweets per Sabtu (4/11), serta mendapat beragam komentar dari warganet X.

Menurut World Health Organization (WHO), perokok bisa diklasifikasi ke dalam tiga kelompok merujuk pada jumlah rokok yang dihisap per hari.

Perokok ringan adalah seseorang yang mengonsumsi rokok satu sampai sepuluh batang disebut perokok ringan, perokok sedang 11 hingga 20 batang, dan perokok berat lebih dari 20 batang per hari.

Sementara itu, dikutip JawaPos.com dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), merokok memiliki beragam dampak buruk bagi kesehatan.

Selain resiko kanker paru-paru dan jantung, ada pula gangguan kehamilan, batuk, insomnia, sulit berkonsentrasi, tulang mudah patah, gangguan mata, kerontokan rambut, hingga bau mulut.

Lebih lanjut, Kemenkes mengungkap paling sedikit ada tiga faktor alasan seseorang untuk merokok, yakni faktor sosial, psikologis, dan genetik.

Pertama, faktor sosial dari karakter seseorang dibentuk oleh lingkungan sekitar seperti keluarga, tetangga, dan teman.

Kedua, faktor psikologis demi mendapatkan relaksasi atau ketenangan serta mengurangi kecemasan atau ketegangan.

Ketiga, faktor genetik atau biologis bisa dipengaruhi juga oleh faktor-faktor lain seperti sosial dan psikologis.

Kemenkes menambahkan adanya indikasi sebagian besar rumah tangga di Indonesia terjerat konsumsi rokok pada rumah tangga menengah ke bawah lebih besar dibandingkan rumah menengah ke atas.

Padahal, konsumsi rokok menimbulkan gangguan kesehatan dan berdampak pada produktivitas yang bersangkutan dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa serta berujung pada kemiskinan.

Bagi seseorang yang kecanduan merokok dan ingin berusaha berhenti bukanlah hal yang tak mungkin dan perlu dilakukan secara bertahap.

Adapun Kemenkes memberikan tips untuk seseorang yang ingin berhenti merokok lewat aksi S.T.A.R.T guna mengurangi kecanduan rokok, di antaranya:

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore