Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 16.08 WIB

Catat, Kelompok Ini Rentan Terkena Cacar Monyet

Cacar monyet atau monkeypox. - Image

Cacar monyet atau monkeypox.

JawaPos.com–Infeksi virus Mpox yang juga dikenal sebagai cacar monyet menjadi perhatian di banyak belahan dunia, termasuk Asia Tenggara (ASEAN). Penyakit yang mirip dengan cacar itu disebabkan virus yang ditularkan dari hewan ke manusia dan dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat.

Mpox dapat menular dari manusia ke manusia dan tidak hanya dari hewan ke manusia. Cepatnya penyebaran Mpox secara global disebabkan berbagai faktor. Seperti tingginya jumlah orang yang bepergian, perdagangan internasional hewan seperti monyet, munculnya jalur penularan baru dari manusia ke manusia khususnya melalui hubungan seksual lelaki seks lelaki (LSL), munculnya gejala yang tidak biasa, dan masih minimnya ketersediaan vaksin MPox di negara-negara berisiko tinggi. Lebih dari 90 persen kasus MPox di dunia dilaporkan pada populasi khusus yaitu homoseksual dan biseksual.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) DR Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT, PB IDI melalui Satgas MPox akan terus mengawal perkembangan kasus Mpox di Indonesia. Pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah memberikan penanganan terbaik bagi para pasien dan masyarakat.

Menurut dia, diperlukan upaya berkelanjutan dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi layanan kesehatan, dan organisasi internasional agar dapat mengatasi masalah Mpox di Asia Tenggara secara efektif.

”Juga perlu dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini, peningkatan akses terhadap pengobatan yang efektif, peningkatan pendanaan untuk penelitian dan upaya pengendalian, serta pembentukan respons terkoordinasi yang melibatkan partisipasi semua negara terutama di Asia Tenggara,” papar Adib.

Laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penyakit cacar monyet atau MPox sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada Juli 2022.

Laporan WHO juga menyebutkan ada kekhawatiran bahwa masalah MPox agak terabaikan di wilayah Asia Tenggara karena kurangnya akses terhadap fasilitas medis yang memadai.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore