
Ilustrasi ibu hamil. Saat berpuasa, ibu hamil harus memerhatikan asupan makanan agar janin tetap terpenuhi gizinya. (Romper)
JawaPos.com - Dokter umumnya menyarankan ibu hamil untuk membatasi asupan kafeinnya. Itu berarti bumil harus lebih sedikit minum kopi dan minuman berkafein. Tapi berapa banyak?
Pedoman terkini yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan kafein di bawah 300 mg/hari selama kehamilan, sementara American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan Norwegian Food Safety Authority setuju dengan Rekomendasi Nutrisi Nordik (NNR), merekomendasikan a asupan kafein 200 mg/hari. Baru-baru ini, sebuah studi terbaru diungkap tentang dampak kafein pada perkembangan otak anak-anak.
Apa Kata Para Ahli
Kafein dikatakan dapat memengaruhi plasenta. Selain itu, tubuh bumil melambat dalam metabolisme kafein saat kehamilan berlangsung.
Baca Juga: Ada Riwayat Penyakit, Bumil Wajib Hati-Hati Pada 3 Trimester Kehamilan
Dilansir dari Science Times, Selasa (16/2), ACOG dan American Pregnancy Association merekomendasikan konsumsi kafein bumil kurang dari 200 mg/hari seperti lapor ScienceAlert. Itu setara dengan satu hingga dua cangkir kopi.
Sementara itu, National Health Service (NHS) Inggris dan European Food Safety Authority (EFSA) mengatakan bahwa membatasi asupan kafein selama kehamilan yakni jumlah sedang sebesar 200 mg/hari. Para peneliti mencatat bahwa sejumlah besar penelitian setuju bahwa kafein harus dibatasi selama kehamilan, tetapi bumil tidak perlu sepenuhnya menghentikan kafein. Mereka mengatakan bahwa risiko asupan kafein sangat rendah.
Apakah Kafein Aman Selama Kehamilan?
Data yang bertentangan tentang keamanan dan konsumsi makanan kafein selama kehamilan membuat banyak orang bertanya apakah itu menyebabkan keguguran atau akan mempengaruhi perkembangan anak.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di NCBI, para peneliti mengatakan bahwa sebagian besar data tentang asupan kafein selama kehamilan tidak menunjukkan peningkatan risiko kehamilan yang merugikan, kesuburan, atau masalah perkembangan saraf. Asalkan membatasi konsumsi kafein 300 mg/hari atau kurang.
Itu berarti konsumsi kafein satu hingga dua cangkir per hari diperkirakan tidak menimbulkan efek samping. Selain itu, penelitian tentang efek kafein pada otak yang sedang berkembang masih terbatas.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/gXCWrAfwLu4

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
