Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Januari 2021 | 18.44 WIB

Penelitian Teliti Manfaat Terapi Sel Punca Untuk Pengobatan Covid-19

REGENERASI JARINGAN: Fasilitas laboratorium stem cell yang dimiliki RSUD dr Soetomo. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

REGENERASI JARINGAN: Fasilitas laboratorium stem cell yang dimiliki RSUD dr Soetomo. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Terapi sel punca belakangan ini makin populer untuk pengobatan dan juga kecantikan. Kini, para peneliti juga mengembangkan penelitian sel punca untuk pengobatan Covid-19.

Dalam webinar PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dalam Ristek/BRIN Kalbe Science Awards (RKSA) 2021 dengan tema Hilirisasi Penelitian untuk Menyehatkan Bangsa, memberi dana penelitian bagi para peneliti di Indonesia dengan tema kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi atau life science.

"Merupakan hasil kolaborasi Kemenristek/BRIN dan Kalbe dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, bisnis dan pemerintah serta komunitas penelitian lainnya untuk meningkatkan hilirisasi penelitian di bidang kesehatan hilirisasi penelitian akan berkontribusi positif dalam peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat dan peningkatan nilai ekonomi nasional. Serta memberikan perhatian khusus pada penelitian yang memiliki keterkaitan dengan Covid-19," ujar Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Sie Djohan, dalam webinar baru-baru ini.

Baca Juga: Terapi Sel Punca Dikembangkan Untuk Cegah Kematian Pada Pasien Covid-19

Peran penelitian sel punca dalam pengembangan pengobatan khususnya menghadapi pandemi Covid-19 diteliti oleh Chief Scientific Officer Kalbe Genexine Biologics Yulius Setiady dan Ketua Rejaselindo sekaligus Koordinator Penelitian Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell pada Covid-19 Derajat Berat Dr. dr. Bintang Soetjahjo Sp OT(K). Serta Ketua PABOI Jateng dan Ka.KSM Orthopaedi Traumatology RSUD Dr. Moewardi.

Yulius Setiady mengatakan bahwa penemuan terapeutik melawan penyakit membutuhkan waktu yang panjang, kompleks dan usaha yang keras. Semakin banyak kita mengetahui tentang biologi penyakit, semakin besar juga peluang untuk mengembangkan obat yang baik. Hasil diagnosa, peran sistem kekebalan tubuh yang sulit untuk diprediksi dalam pengaturan pra-klinis juga sangat diperlukan dalam pengembangan terapeutik yang diteliti dan tidak boleh diremehkan.

Sedangkan peneliti Bintang Soetjahjo menambahkan bahwa kemampuan Mesenkimal Stem Cell (MSC) untuk beregenerasi dan berdiferensiasi membuat sel menjadi agen terapeutik yang menjanjikan untuk Covid-19. Berbagai studi mulai menarik perhatian ilmuwan dunia untuk menjadikan MSC sebagai standar terapi kasus Covid-19. Namun ia yakin dengan dukungan dari para ahli, ilmuan, dan masyarakat Indonesia, pengobatan berbasis sel ini mampu memberikan sumbangsih bagi penanganan pasien Covid-19 di Indonesia.

Apa itu sel punca?

Sel punca dapat membarui dirinya melalui pembelahan. Bahkan setelah tidak aktif dalam periode
yang lama. Sel punca bisa berasal dari hewan dan manusia. Sel punca embrionik dan non-
embrionik somatik atau sel punca dewasa, dalam kondisi fisiologis atau eksperimental, sel punca dapat diinduksi menjadi sel jaringan atau organ spesifik dengan fungsi khusus. Pada usus dan sumsum tulang, sel punca dapat memperbaiki diri secaraberkala dan mengganti jaringan yang rusak.

"Pengobatan ini telah terbukti berperan dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Berbagai penelitian menunjukkan efek anti-inflamasi MSC dapat mengurangi cedera paru-paru yang disebabkan virus dan kematian pada tikus secara signifikan," kata peneliti.

Sel punca secara signifikan dapat mengurangi cedera paru akut pada tikus yang disebabkan oleh virus H9N2 dan H5N1 dengan mengurangi kadar sitokin (inflamasi peradangan) dan kemokin proinflamasi serta mengurangi inflamasi ke dalam paru-paru. Penemuan ini menekankan bahwa pengobatan berbasis sel punca pada prinsipnya memanfaatkan kemampuan imunomodulasi dan regenerasi sel punca tersebut

"Dalam penelitian, sel punca secara signifikan dapat mengurangi perubahan patologis paru-paru dan menghambat respons inflamasi imun yang dimediasi oleh sel.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=jgDM14jtab0

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore