Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Januari 2021 | 17.31 WIB

Alasan Penderita Autoimun dan HIV Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Petugas melakukan vaskinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin merek Sinovac diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan (faskes). Foto: Der - Image

Petugas melakukan vaskinasi covid-19 tahap I di Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021). Tahap I vaksin merek Sinovac diberikan kepada pejabat daerah dan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan (faskes). Foto: Der

JawaPos.com - Sejumlah kelompok populasi dengan riwayat kesehatan tertentu memang tak bisa divaksin Covid-19. Selain seseorang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, penyakit komorbid dan lansia juga belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Salah satunya disebutkan penderita autoimun dan juga orang dengan HIV AIDS (ODHA). Mengapa demikian?

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang diwakili oleh Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Prof Iris Rengganis mengatakan, penyakit autoimun belum layak untuk divaksin. Sebab seseorang dengan penyakit autoimun banyak mendapat obat yang menekan sistem imun yang disebut imunosupresan. Sehingga antibodi tidak bisa terbentuk dengan baik.

"Itu yang pertama. Tapi yang kedua juga dipikirkan pada penyakit autoimun, antibodi itu bisa menyerang tubuh sendiri. Itu definisi dari penyakit autoimun, error-nya antibodi yang seharusnya melindungi tubuh dia menyerang tubuh sendiri," jelas Prof Iris saat rapat dengar pendapat dengan DPR, Selasa (19/1)

Baca Juga: Dokter Jelaskan Jenis Alergi yang Jadi Catatan saat Vaksinasi Covid-19

Sehingga, kata dia, ditakutkan pada vaksinasi pernah terjadi hal itu pada beberapa orang karena autoimunnya kambuh. Sebab antibodi yang dibentuk itu menyerang tubuhnya sendiri.

"Sehingga kesepakatan kami dari alergi imunologi dengan rheumatology itu sepakat untuk tidak memberikan vaksin. Dari endokrin juga demikian untuk penyakit autoimun tiroid hashimoto maupun grave disease hipertiroid itu tidak kami berikan vaksin," ujarnya.

"Jadi semua yang berbau autoimun itu saat ini tidak diberikan. Mungkin nanti bisa diberikan mungkin nanti tapi bukan sekarang. Kami akan lihat dulu sesuai nanti kondisi-kondisi yang ada," lanjutnya.

Lalu untuk HIV? Menurut Prof Iris, itu juga bukan alasan untuk tidak diberikan. HIV itu bisa diberikan vaksin asal CD4 atau semacam sel darah putih itu lebih dari 200.

"Kenapa begitu? karena kalau di bawah 200 sistem imun tidak terbentuk dengan baik, antibodinya tidak terbentuk," jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/ukLKzKyKvf0

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore