Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2020 | 21.23 WIB

No Bra Day, Terkuak Alasan Bra Sering Dikaitkan dengan Kanker Payudara

ilustrasi bra. Dua WNA asal Tiongkok terpaksa ditahan di Bandara SAMS Sepinggan lantaran hanya mengenakan bra saat melancong. - Image

ilustrasi bra. Dua WNA asal Tiongkok terpaksa ditahan di Bandara SAMS Sepinggan lantaran hanya mengenakan bra saat melancong.

JawaPos.com - Hari Tanpa Kutang atau No Bra Day berupaya untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara. Pesannya, mendorong perempuan untuk memeriksakan diri untuk kanker payudara, dan menjadwalkan pemeriksaan rutin. Lalu benarkah ada kaitannya antara tidak mengenakan bra dan kanker payudara?

Internis, Konsultan Hematologi dan Onkologi RS Kanker Dharmais Jakarta dr. Ronald A. Hukom menjelaskan konsep No Bra Day pertama kali dimulai di Toronto, pada 2011, ketika seorang dokter bedah plastik ingin memberi tahu perempuan yang baru pulih dari kanker payudara tentang peluang untuk operasi rekonstruksi. Acara tersebut dinamakan BRA day atau, Breast Reconstructive Awareness day.

"Nama itu kemudian, entah bagaimana diganti namanya menjadi No Bra Day," katanya kepada JawaPos.com, Selasa (13/10).

Dia menambahkan desas-desus, hoax di internet dan email serta setidaknya satu buku telah menyebutkan bahwa bra menyebabkan kanker payudara dengan menghalangi aliran getah bening. Menurut dr. Ronald A. Hukom informasi itu tidak berdasar.

"Tidak ada dasar ilmiah atau klinis yang valid untuk klaim ini," jelasnya.

Dia menjelaskan gagasan bahwa bra dapat menyebabkan kanker dipicu oleh buku tahun 1995 berjudul Dressed to Kill. Diklaim bahwa perempuan yang memakai bra 'underwear' selama 12 jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, daripada perempuan yang tidak memakai bra.

Disebutkan bahwa bra membatasi aliran sistem getah bening, yang mengakibatkan penumpukan racun di dalam tubuh atau payudara. Namun, menurut American Cancer Society, tidak pernah ada bukti bahwa kompresi kelenjar getah bening oleh bra menyebabkan kanker payudara.

Pada kenyataannya, cairan tubuh bergerak naik dan masuk ke kelenjar getah bening ketiak, bukan menuju kawat bawah. Satu studi pada 2014 terhadap ratusan perempuan tidak menemukan hubungan antara mengenakan bra, dan risiko kanker payudara.

"Sebaliknya, juga tidak ada cukup bukti bahwa mengenakan bra akan membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara," katanya.

https://www.youtube.com/watch?v=9NsuoD-4Rtg&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore