Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2020 | 22.17 WIB

Menyusui Aman Bagi Ibu dan Bayi Selama Pandemi, Ikuti Anjuran WHO

Ilustrasi ibu menyusui. Ada lima mitos saat menyusui yang maish dipercaya para ibu. (Today - Image

Ilustrasi ibu menyusui. Ada lima mitos saat menyusui yang maish dipercaya para ibu. (Today

JawaPos.com - Dunia merayakan Pekan Menyusui (World Breastfeeding Week) setiap tanggal 1 hingga 7 Agustus di lebih dari 120 negara. Para ibu didorong untuk bersemangat dalam memberi ASI eksklusif untuk anak-anak mereka sehingga generasi penerus bisa tumbuh cerdas dan sehat.

Di masa pandemi, bagaimana tata laksana agar para ibu bisa menyusui anak mereka dengan aman tanpa terpapar virus Korona? Dan bagaimana dengan para ibu menyusui yang terpapar Covid-19? Apakah masih boleh memberi ASI?

ASI adalah sumber nutrisi utama bagi bayi dan melindungi mereka dari penyakit. Di sisi lainnya, Pandemi Korona yang terus menyebar secara global, wajar jika seorang ibu atau calon ibu mengkhawatirkan keselamatan bayinya. Menurut laporan, menyusui selama pandemi benar-benar aman.

Dilansir dari Boldsky, Minggu (9/8), American Academy of Pediatrics (AAP) menunjukkan dalam sebuah penelitian bahwa ASI aman dari penularan SARS-CoV-2 dan menyusui sebagai pilihan terbaik untuk bayi. Sekalipun ibu yang melahirkan tertular virus Korona,tetap tidak berisiko menularkannya ke bayi jika tindakan pencegahan dilakukan.


Dan, hingga saat ini, belum ada laporan penularan Covid-19 aktif melalui ASI dan menyusui. Covid-19 menyebar di antara orang-orang yang melakukan kontak dekat, terutama melalui tetesan pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau saat berbicara.

Apa Kata WHO?

Dalam laman resminya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan anjuran pencegahan dan pedoman yang harus diikuti oleh ibu menyusui. Yaitu,

1. Jika Ibu Terpapar Covid-19

Jika ibu sakit parah dengan Covid-19 atau menderita komplikasi lain yang menghalanginya untuk merawat bayi atau melanjutkan menyusui langsung, perah ASI untuk memberikan susu kepada bayi dengan aman. Atau jika tak sanggup, re-laktasi (memulai kembali menyusui setelah jeda) bisa dilakukan.

Atau menggunakan susu donor manusia. Jika Anda, bayi Anda dicurigai atau dikonfirmasi Covid-19, carilah konseling menyusui untuk mendapat dukungan psikososial yang diperlukan atau dukungan pemberian makan praktis.

2. Lakukan Pencegahan

Faskes harus mendukung ibu menyusui agar bayi tetap bersama dan melakukan kontak kulit-ke-kulit serta tetap bersama sepanjang siang dan malam. Maka, bisakah bayi terus minum ASI jika ibunya dinyatakan positif Covid-19? Ya, bayi masih dapat menerima ASI meskipun ibunya dinyatakan positif Covid-19.

Lakukan pencegahan sebelum menyusui seperti mencuci tangan dan payudara, dan mengenakan masker bedah saat menyusui. Beberapa ahli berpendapat bahwa menyusui dapat memberi bayi baru lahir antibodi yang melindungi dari virus Korona.

Kesimpulannya

Virus Korona jenis baru belum ditemukan dalam ASI, dan semua ibu disarankan untuk terus menyusui sambil menjaga kebersihan selama menyusui. Lakukan tindakan kebersihan tambahan dan lanjutkan menyusui jika pun terpapar Covid-19. Cuci pompa ASI, wadah penyimpanan susu dan peralatan makan setelah digunakan agar steril.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zKtmnIQuWsE

 

https://www.youtube.com/watch?v=Wo5BiizygtM

 

https://www.youtube.com/watch?v=Nkz8JXQOiIM

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore