Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 November 2018 | 16.05 WIB

Hati-hati, Timbulnya Nyeri Tulang Belakang Bukan Hanya Faktor Usia

Ilustrasi nyeri tulang belakang bukan hanya karena faktor usia. - Image

Ilustrasi nyeri tulang belakang bukan hanya karena faktor usia.

JawaPos.com - Usia yang sudah menua tentu membuat fungsi organ menurun. Salah satunya fungsi tulang belakang. Namun bukan hanya usia, menurunnya fungsi atau nyeri tulang belakang juga bisa disebabkan faktor lain.


Proses degeneratif pada tulang belakang merupakan kondisi medis yang ditandai hilangnya struktur normal atau menurunnya fungsi tulang belakang secara bertahap. Kondisi ini tidak bisa dihindari individu. Namun jika terus dibiarkan seiring berjalannya waktu, masalah kesehatan terkait tulang belakang akan bertambah berat.


Beberapa masalah degenerasi tulang belakang yang banyak terjadi di masyarakat di antaranya, osteoporosis, arthritis, dan kerusakan bantalan sendi tulang belakang. Spesialis Bedah Saraf Brain and Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, dr. Heri Aminuddin SpBS(K), mengatakan penyebab utama penyakit degeneratif tulang belakang adalah usia. Meski dapat disebabkan oleh faktor lain seperti tumor dan infeksi.


“Seiring bertambahnya usia, tulang belakang juga mengalami penuaan. Meski demikian banyak faktor lain yang berperan," tegasnya dalam konferensi pers baru-baru ini.


Contoh yang paling sering ditemukan adalah bantalan sendi tulang belakang yang semakin kehilangan cairan. Sehingga membuat fungsinya sebagai peredam kejut berkurang sehingga meningkatkan cidera tulang belakang.


Selain usia, faktor lain adalah trauma, kurangnya asupan nutrisi, faktor genetik, pekerjaan, merokok, serta faktor mekanik termasuk kebiasaan mengangkat benda berat, dan memutar tubuh secara berlebihan. Saat degenerasi tulang belakang terjadi, umumnya setelah usia di atas 40 tahun, trauma ringan atau aktivitas fisik yang tidak biasa dilakukan dapat menyebabkan nyeri punggung, nyeri otot hingga kejang otot.


Contoh lain degenerasi tulang belakang yang dapat terjadi meliputi munculnya osteophytes atau pertumbuhan taji tulang di sekitar sendi facet (facet joint syndrome) dan ruas-ruas tulang belakang. Penebalan ligemen dan rongga tulang belakang yang kemudian menekan saraf. Hingga hilangnya kepadatan tulang belakang atau dalam dunia kedokteran disebut osteoporosis yang selanjutnya menyebabkan tulang mudah patah.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore