Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2019 | 20.02 WIB

Melihat Kematian Sulli, Waspadai Tahapan Seseorang Ingin Bunuh Diri

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sulli ditemukan tak bernyawa di rumahnya. Polisi setempat menduga Sulli bunuh diri dan masih menyelidiki penyebabnya. Lantas, bagaimana seseorang bisa berujung pada bunuh diri?

Dalam data yang dimiliki Pakar Keperawatan Kesehatan Jiwa dari Universitas Indonesia, Prof Budi Ana Keliat, terlihat semua manusia sejatinya punya naluri membunuh, membunuh orang lain (Homicide), atau membunuh diri sendiri (Suicide).

"Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh pasien untuk mengakhiri hidupnya," katanya kepada JawaPos.com, Rabu (16/10).

Berbagai penelitian juga sudah banyak meneliti soal kasus bunuh diri. American Foundation for Suicide Pre vention pada 2010 menyebutkan, sebanyak 1 juta jiwa/tahun di dunia melakukan percobaan bunuh diri. Sedangkan, data secara global, bunuh diri merupakan masalah kesehatan utama di dunia 1,4 persen dari beban masalah kesehatan dunia. Ada 1000 kejadian bunuh diri terjadi di dunia setiap harinya.

Untuk itu, diperlukan perhatian terhadap keluarga dan kerabat jika menunjukkan gejala kurang normal. Sebab, seseorang hingga akhirnya memutuskan bunuh diri melewati bebrapa tahapan tanpa disadari.

Lalu apa saja tahapan bunuh diri?

Tahap 1

Peningkatan diri, yaitu seorang individu yang mempunyai pengharapan, yakin, dan kesadaran diri meningkat. Dalam arti ketika merasa ada tekanan, seseorang tetap merasa bisa mengendalikan diri lebih baik.

Tahap 2

Pertumbuhan-peningkatan berisiko. Prof Budi  menjelaskan, yang dimaksud dengan pertumbuhan berisiko di sini adalah peningkatan risiko bunuh diri. Misalnya secara internal tak merasa mampu atau merasa sendiri. Sedangkan dari eksternal ini bisa dilihat dari banyaknya bully-an yang diterima seseorang.

Tahap 3

Perilaku destruktif diri tak Iangsung, yaitu setiap aktivitas yang merusak kesejahteraan fisik individu dan dapat mengarah kepada kematian. Misalnya melakukan aksi yang ektrim seperti balap liar atau kegiatan berisiko lainnya.

Tahap 4

Pencederaan diri, yaitu suatu tindakan yang membahayakan diri sendiri yang dilakukan dengan sengaja. Misalnya membatasi diri dengan makanan yang sangat ketat. Atau bahkan menyilet dirinya sendiri hingga luka.

Tahap 5

Bunuh diri, yaitu tindakan agresif yang Iangsung terhadap diri sendiri untuk mengakhiri kehidupan. Menurut Prof Budi, ada toga hal yang perlu diperhatikan. Pertama bisa dari isyarat kata-katanya. Lalu kedua dari ancaman yang mengatakan 'saya akan mengakhiri hidup'. Terakhir, melakukan aksi bunuh diri dengan berbagai cara.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore