Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juli 2019 | 19.19 WIB

Hati-hati, Terlalu Banyak Makan Sambal Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Cabai merah kaya akan vitamin C. (iStockphoto) - Image

Cabai merah kaya akan vitamin C. (iStockphoto)

JawaPos.com - Buat sebagian orang, tak lengkap rasanya makan tanpa sambal. Hampir semua masakan Indonesia menggunakan cabai. Tapi, hati-hati. Terlalu banyak makan sambal bukan hanya bisa mengganggu pencernaan, tetapi juga kesehatan mental.

Dilansir dari NDTV, Jumat (26/7), sebuah studi ilmiah baru-baru ini mengungkap bahwa makanan pedas dapat menyebabkan penyakit demensia. Demensia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemunduran kesehatan mental di mana penderitanya perlahan mengalami hilang ingatan. Jika sudah parah, penderitanya bahkan bisa mengidap Alzheimer.

Pada sebuah penelitian terhadap 4.582 orang Tiongkok berusia 55 tahun yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients, ditemukan bahwa orang dewasa yang secara teratur mengonsumsi lebih dari 50 gram cabai setiap hari mengalami penurunan kognitif yang lebih cepat. Kondisi lebih parah bisa terjadi pada orang bertubuh kurus. Orang dengan berat badan rendah hingga normal mungkin lebih sensitif terhadap asupan cabai dibandingkan dengan orang yang kelebihan berat badan.

Cabai mengandung komponen yang disebut capsaicin yang dikenal bisa mempercepat metabolisme, membantu penurunan lemak, dan mencegah gangguan pembuluh darah.

"Konsumsi cabai bermanfaat untuk mengendalikan berat badan dan menstabilkan tekanan darah dalam penelitian kami sebelumnya. Namun, dalam penelitian ini, kami menemukan efek buruk pada kognisi di antara orang dewasa yang lebih tua," kata peneliti dari Universitas Qatar, Zumin Shi.

Karenanya, para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi cabai hingga kurang dari 50 gram per hari untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan.

 

Manfaat Cabai

 

Di satu sisi, berdasarkan penelitian terbaru lainnya, cabai mengandung senyawa nutrisi yang bisa mencegah penyebaran kanker paru-paru. Para peneliti juga menemukan bahwa capsaicin bisa menghentikan metastasis kanker paru-paru pada tikus dan garis sel manusia yang dikultur.

"Studi kami menunjukkan bahwa senyawa alami capsaicin dari cabai dapat mewakili terapi baru untuk memerangi metastasis pada pasien kanker paru-paru," kata seorang kandidat doktor Jamie Friedman berdasarkan penelitiannya di laboratorium Piyali Dasgupta, Ph.D. di Universitas Marshall Joan C. Edwards School of Medicine, seperti disebutkan dalam Times Now News.

Para peneliti juga menemukan bahwa capsaicin dapat meningkatkan metastasis kanker paru-paru dengan menghalangi aktivasi protein Src. Protein ini memainkan peran kunci dalam mengatur proliferasi, kelangsungan hidup, dan motilitas sel.

Beberapa manfaat cabai untuk kesehatan juga bisa digunakan untuk menurunkan berat badan karena dapat mengurangi nafsu makan dan meningkatkan pembakaran lemak. Cabai juga dapat meningkatkan kesehatan jantung, melindungi dari kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi, hingga meredakan nyeri rheumatoid arthritis atau keseleo otot.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore