Ilustrasi seseorang yang mengalami depresi.
JawaPos.com - Introvert merupakan tipe kepribadian yang sering disalahartikan sebagai pemalu. Padahal, kepribadian introvert dan pemalu bukanlah hal yang sama.
Para ahli menggolongkan sikap pemalu yang cenderung merasa khawatir dan tidak nyaman dalam situasi sosial tertentu itu, sebagai salah satu bagian dari gangguan mental.
"Gangguan tersebut masuk dalam 'gangguan kecemasan sosial' dan masih tergolong gangguan ringan," ujar dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa yang dikutip hallosehat.
Sementara itu, seorang introvert memilih menyendiri bukan berarti anti-sosial. Mereka hanya untuk mengumpulkan energinya dan tidak ada masalah dalam berinteraksi sosial.
Mereka mau dan bisa melakukan interaksi dengan orang lain, namun mereka memiliki batasan, sebanyak apa dan selama apa mereka ingin berinteraksi. Karena ada kalanya ketika seorang introvert terjebak dalam situasi yang mengharuskan dirinya terlibat dalam percakapan panjang dengan beberapa orang, biasanya ia akan merasa pusing dan tidak nyaman, seperti mabuk. Kondisi inilah yang disebut sebagai introvert hangover.
Kata ‘hangover’ yang digunakan dalam istilah introvert hangover maksudnya adalah suatu kondisi lelah, baik fisik maupun mental, sebagai akibat dari banyaknya stimulasi sosial yang diterima.
Psikolog klinis Michael Alcee, Ph.D. dalam Elite Daily mengatakan, introverit merupakan kepribadian yang membutuhkan keseimbangan jumlah interaksi sosial, serta pasokan dan koneksi rutin ke energi dalam diri (inner energy). Ketika hal ini terjadi, umumnya mereka akan mengalami beberapa gejala seperti berikut :
- Tidak bisa berpikir jernih
Tiba-tiba otak terasa sangat lelah, sulitnya mencerna kata demi kata yang dilontarkan oleh lawan bicara. Bahkan terkadang sulit untuk mengingat detail dari hal-hal yang seharusnya mudah diingat.
Akibat pikiran yang lelah, akhirnya membuat introvert (secara tidak disengaja) mengubah caranya berbicara. Biasanya mereka akan berbicara lebih lambat dari sebelumnya, dengan jeda panjang di antara kata-kata yang biasanya dapat diucapkan dengan lancar.
Pada beberapa kasus, introvert yang mengalami hangover juga tanpa sengaja mengubah nada bicaranya menjadi lebih tinggi, sebagai tanda bahwa mereka mulai tidak nyaman.
- Sakit atau lelah yang menyerang fisik
Tidak hanya pikiran, introvert hangover juga kerap membuat pengidapnya mengalami kelelahan secara fisik dengan beberapa gejala seperti sakit kepala, nyeri otot, pusing, hingga sakit perut.
- Ingin cepat-cepat sendiran
Ketika mengalami hangover, hal yang lambat laun terlintas di pikiran seorang introvert adalah keinginan untuk sendirian, atau cepat-cepat menarik diri dari interaksi sosial yang sedang berlangsung.
Mungkin karena inilah,orang dengan kepribadian introvert menjadi cenderung rentan alami depresi dibandingkan orang dengan kepribadian ekstrovert.
Namun introvert hangover ini sebenarnya bukanlah penyakit, bukan pula kondisi serius. Gejala ‘hangover’ yang dialami akan membaik dengan cara-cara tepat dan membuatnya nyaman, misalnya :
1. Istirahat sepanjang hari
Dengan kata lain menjauh dari pekerjaan atau tanggung jawab lain, dan meluangkan waktu untuk diri sendiri. Istirahat juga bisa sesederhana berjalan-jalan sebentar atau bermeditasi selama beberapa menit. Dengan beristirahat sepanjang hari, memungkinkan seorang introvert mengisi ulang energinya dan menjadi lebih produktif dalam jangka panjang.
2. Mengerjakan aktivitas yang membuat diri merasa senang
Hal ini biasanya berkaitan dengan hobi. Bisa apa saja, membaca buku, memasak, menonton film, mendengarkan musik, melukis hingga berkebun.
3. Mengunjungi Wisata Alam
Menghabiskan waktu di alam telah terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental dan kesejahteraan. Sebagai seorang introvert, menghabiskan waktu di alam juga bisa menjadi cara yang bagus untuk lebih tenang dan mengisi ulang energi. Baik berjalan-jalan di taman, mendaki gunung, pergi ke pantai atau sekadar duduk di luar rumah dan menikmati sinar matahari.
4. Tidur yang cukup
Tidur yang cukup salah satu hal yang sangat penting untuk mengisi ulang energi bagi semua orang, apalagi seorang introvert. Pastikan tidur minimal 7-8 jam setiap malam untuk membantu tubuh dan pikiran pulih dari tekanan kehidupan sehari-hari. Jika mengalami kesulitan untuk tidur, cobalah mempraktikkan kebersihan tidur yang baik. Misalnya membuat rutinitas waktu tidur yang menenangkan atau coba menghindari menatap layar handphone dan jangan menonton TV selama satu jam sebelum tidur.