Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2023 | 13.57 WIB

Mengenal Metode DBS untuk Pasien Parkinson, Kualitas Hidup Lebih Tinggi

Ilustrasi: Pasien Parkinson menjalani pengobatan. (Istimewa). - Image

Ilustrasi: Pasien Parkinson menjalani pengobatan. (Istimewa).

JawaPos.com - Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis yang umum terjadi pada populasi usia lanjut dengan keluhan utama seperti gerakan melambat, gemetar (tremor), dan kekakuan pada sendi (rigiditas). Gejala-gejala ini dapat makin parah seiring dengan pertambahan usia. 
 
Dalam perkembangannya, metode pengobatan Parkinson sendiri terus mengalami pembaruan. Dengan terkini, ada metode baru yakni operasi DBS atau Deep Brain Stimulation, salah satu prosedur yang dapat membantu memperbaiki gejala Parkinson dan meningkatkan kualitas hidup penyandang Parkinson. 
 
Tiga dokter dari Grup RS Siloam yaitu dr. Frandy Susatia, Sp.S, RVT, Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, dan Dr. dr. Rocksy Fransisca V. Situmeang, Sp.N akan berbicara mengenai hal ini.
 
 
Menjelaskan tentang metode DBS Parkinson, dokter spesialis saraf RS Siloam Kebon Jeruk dr. Frandy Susatia, Sp.S, RVT dalam kesempatan wawancaranya menyebutkan kalau operasi DBS atau pemasangan stimulasi saraf di dalam otak merupakan sebuah prosedur medis yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson.
 
Prosedur ini melibatkan pemasangan elektroda tipis pada bagian tertentu dari otak, yang kemudian memberikan impuls listrik untuk meningkatkan fungsi motorik atau menghambat aktivitas yang berlebihan pada saraf. 
 
 
“Elektroda ini terhubung ke generator yang ditanam di bawah kulit di dada. Generator ini mengirimkan sinyal listrik ke otak yang membantu mengurangi gejala Parkinson. Metode DBS adalah salah satu dari beberapa pengobatan yang tersedia untuk Parkinson dan telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala”, ujar dr. Frandy.
 
Bagaimana DBS Memengaruhi Otak pada pasien Parkinson? dr. Frandy yang merupakan lulusan pendidikan dokter spesialis saraf di University of Santo Tomas Hospital, Manila, Filipina melanjutkan, elektroda DBS memancarkan impuls listrik yang bertujuan untuk mengatasi gejala Parkinson. 
 
 
Elektroda DBS kemudian bekerja dengan memberikan stimulus ke daerah otak tertentu yang terlibat dalam mengatur gerakan tubuh. Sinyal ini membantu mengurangi tremor, kekakuan, dan kesulitan bergerak yang terkait dengan Parkinson. DBS juga dapat membantu mengurangi efek samping dari obat parkinson yang digunakan untuk mengontrol gejala.
 
Keuntungan dari DBS pada pasien Parkinson sendiri ada bebedapa. Pertama, metode tersebut diklaim bisa menurunkan intensitas gejala, mengurangi dosis obat, prosedur relatif aman dan efektif dalam waktu lama.
 
Terapi DBS juga dapat dengan mudah diatur sesuai dengan kebutuhan pasien. Ketika suatu program dimulai, pasien dapat memantau hasilnya dan berbicara dengan dokter tentang tingkat stimulasi yang diperlukan. Pasien dapat memulai terapi dengan tingkat stimulasi yang lebih rendah dan meningkatkan dosis seiring berjalannya waktu.
 
 
“Melihat dari beberapa keuntungan di atas, DBS dapat menawarkan pengobatan yang aman dan efektif untuk gejala Parkinson. Namun, setiap pasien memiliki kondisi yang unik, oleh karena itu, sangat ditekankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi DBS,” lanjut dr. Frandy. 
 
Namun perlu dicatat, operasi DBS Parkinson bukanlah obat ajaib yang akan menghilangkan penyakit, tetapi metode pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Kemudian, keputusan pilihan untuk menjalani operasi DBS harus didasarkan pada evaluasi yang cermat dan diskusi antara pasien, dokter spesialis saraf, dan keluarga.
 
Dalam kesempatan yang sama, Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf yang berpraktik di RS Siloam Lippo Village Karawaci, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Siloam MRCCC Semanggi secara singkat memberikan penjelasan terkait proses pemasangan elektroda DBS pada pasien. 
 
 
Langkah pertama dalam pemasangan elektroda DBS adalah dengan melakukan pemeriksaan MRI, yaitu sebuah prosedur pemindaian tubuh yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambaran detail dari otak. Hal tersebut membantu dokter untuk menentukan area yang akan diberikan stimulasi.
 
Prosedur berikutnya adalah memasang frame penyangga kepala. Frame ini akan membantu mengamankan kepala pasien agar dapat dilakukan pemetaan otak yang lebih tepat. Setelah frame dipasang, dokter akan melakukan pemetaan otak. 
 
Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang disebut dengan trajectories yang digunakan untuk menentukan rute yang tepat agar dapat memasukkan elektroda ke otak sehingga dapat melakukan stimulasi.
 
 
Dokter akan memasukkan elektroda DBS ke otak melalui lubang kecil pada tengkorak. Elektroda kemudian dipasang melalui sebuah tabung khusus yang memungkinkan dokter untuk memasang elektroda tersebut dengan tepat dan terkendali.  
 
Selanjutnya setelah elektroda dipasang, dokter akan mengaktifkan stimulator. Stimulator ini berperan untuk mengirimkan sinyal elektrik yang melalui elektroda ke otak dan memengaruhi sistem saraf yang mengendalikan gerakan dan dokter akan menentukan frekuensi optimal dan arus listrik yang diperlukan untuk mengendalikan gejala Parkinson.
 
 
Ketika prosedur selesai, pasien akan dimasukkan ke ruang pemulihan untuk dipantau oleh dokter dan tim medis. Pasien akan menjalani beberapa sesi pemrograman dan disarankan untuk melakukan beberapa aktivitas fisik saat tangan dan kaki distimulasi oleh DBS.
 
Selama beberapa hari setelah operasi, pasien akan tetap dalam pengawasan tim medis. Hal ini dilakukan untuk memantau kemajuan pasien serta memeriksa adanya komplikasi yang mungkin muncul. Selain itu, pasien diharuskan untuk menjalani sesi pemrograman ulang ketika dibutuhkan.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore