Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Mei 2017 | 14.20 WIB

Keren! Index Layanan Kesehatan Indonesia Naik Level

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Pelayanan kesehatan di Indonesia mendapatkan apresiasi dunia internasional. Indonesia dinilai berhasil meningkatkan pelayanan kesehatan dalam 25 tahun terakhir. Index layanan kesehatan naik  dari 37 di tahun 1990 menjadi hampir 49 di tahun 2015. 


Rating ini didasarkan pada indeks 0 hingga 100, berdasarkan riset yang dipublikasikan oleh The Lancet, sebuah jurnal kesehatan internasional.


Studi global terbaru menemukan adanya kesenjangan yang sangat besar terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan di masing-masing negara, juga dibandingkan dengan negara lainnya. Sehinga akhirnya disimpulkan bahwa banyak orang meninggal karena sebab-sebab dan cara perawatan yang sebetulnya sudah diketahui.


Sistem pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini berada di peringkat tinggi, dalam menangani penyakit-penyakit umum yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Di antaranya penyakit difteri (skor 98), testicular (skor 94). Namun demikian, dalam beberapa kategori lainnya, Indonesia masih menduduki peringkat lebih rendah, seperti penyakit pembuluh darah di otak dan tuberkulosa (keduanya mencatat skor 27).


Studi ini merupakan upaya awal yang dilakukan untuk menilai akses dan kualitas layanan kesehatan di 195 negara. Para peneliti menggunakan Indeks Healthcare Access and Quality (HAQ), yang didasarkan pada angka kematian yang disebabkan oleh 32 penyakit yang dapat dihindari oleh pelayanan kesehatan yang efektif  dan tepat waktu.


“Negara-negara dengan ekonomi yang kuat tidak menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang baik. Demikian juga halnya, dengan keberadaan teknologi kesehatan yang unggul. Kami mengetahui hal ini, karena orang-orang tidak memperoleh pelayanan kesehatan secara prima yang seharusnya bisa mereka terima,” kata Direktur dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, Christopher Murray, dalam keterangan tertulisnya, Jumat  (26/5).


Negara dengan rating tertinggi adalah Andorra dengan nilai keseluruhan mencapai 95; skor terendah yang tercatat adalah untuk penanganan Hodgkin’s lymphoma di angka 70. Sedangkan rating terendah adalah Republik Afrika Tengah yang tercatat hanya 29; skor tertinggi mereka adalah dalam hal penanganan difteri yang mencatat skor 65.


Indeks HAQ atau Healthcare Access and Quality merupakan ringkasan yang pengukurannya didasarkan pada 32 kasus penyakit. Indikatornya adalah kehadiran pelayanan kesehatan berkualitas tinggi dapat menekan angka kematian. 


Sebanyak 32 jenis penyakit atau penyebab yang diseleksi sebagai bagian dari penelitian di antaranya tuberkulosa, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan diare,  difteri, batuk rejan, tetanus, campak, masalah kehamilan, masalah pada bayi yang baru lahir, berbagai penyakit kanker, dan penyakit degeneratif. (cr1/JPG)


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore