Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Maret 2017 | 03.01 WIB

Beri Contoh Sikat Gigi yang Benar

HARUS RUTIN: Dokter Aditya Nugraha Putra memerikasa gigi Pratista Harda di Poli Gigi RS Petrokimia Gresik. - Image

HARUS RUTIN: Dokter Aditya Nugraha Putra memerikasa gigi Pratista Harda di Poli Gigi RS Petrokimia Gresik.

JawaPos.com – Anak-anak harus diajari cara menyikat gigi yang benar. Bila perlu, orang tua mendampingi sekaligus memberi contoh teknik menyikat gigi yang betul. ’’Dengan menggosok gigi bersama, orang tua secara tidak langsung memberikan contoh kepada anak,’’ kata drg Aditya Tri Nugraha Putra. Hal tersebut diungkapkan ketika puluhan siswa KB/TK Persatuan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIK PG) berkunjung ke Poli Gigi RS Petrokimia Gresik, Rabu (22/3).


Dokter yang akrab disapa Adit itu menjelaskan, cara menggosok gigi yang benar diawali dari depan. Gerakan yang benar adalah naik turun untuk gigi depan dan samping. Untuk permukaan, gerakan yang tepat adalah maju mundur.


Menurut Adit, orang tua sebaiknya menghindari penggunaan pasta gigi dengan kandungan detergen. Bahan tersebut bisa merusak gigi. ”Tidak perlu pakai pasta gigi. Gigi anak masih rapuh. Jadi, cukup disikat saja,” paparnya.


Menurut Adit, tidak banyak orang tua yang melakukan cara tersebut. Banyak yang tidak memberikan contoh. Mereka hanya menyuruh anaknya rajin menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur. ”Bisa rajin. Tapi, caranya salah,” tuturnya.


Cara gosok gigi yang salah, kata Adit, bisa memicu kerusakan gigi. Nah, gigi yang bermasalah akan memicu munculnya gangguan pencernaan. Sebab, makanan tidak diproses dengan maksimal di mulut. ”Tumbuh kembang anak terganggu,” terangnya.


Gangguan pencernaan membuat tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dengan maksimal. Baik nutrisi untuk tubuh pada umumnya maupun untuk otak. ”Berpengaruh pada kecerdasan otak anak juga,” ujarnya. Karena itu, orang tua harus rajin mengajak anak sikat gigi bareng. Tidak hanya menyuruh. Sebab, kesadaran orang tua mengajak anak gosok gigi masih rendah. ”Sebaiknya, dilakukan sebelum usia 6 tahun,” jelasnya.


Asisten Manajer Pemasaran Rumah Sakit Petrokimia Gresik Nirwana Indah Sari menyatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak. Termasuk untuk orang tua yang mendampingi. ”Perlu diberi sosialisasi sejak dini,” ujarnya.



Nirwana menuturkan, anak-anak perlu melakukan kontrol rutin. Tujuannya terhindar dari masalah kerusakan gigi. ”Anak-anak tidak takut lagi ke dokter gigi. Jadi, perlu kontrol rutin sebelum muncul masalah,” lanjutnya. (adi/c6/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore