
Ilustrasi ungkapan yang secara tidak sadar menunjukkan rasa tidak percaya diri (freepik)
JawaPos.com – Cara seseorang berbicara ternyata dapat memengaruhi bagaimana dirinya dipersepsikan oleh orang lain. Selain isi pembicaraan, pilihan kata, nada suara, dan cara menyampaikan pendapat juga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kenyamanan seseorang saat berinteraksi.
Dalam percakapan sehari-hari, ada sejumlah ungkapan yang kerap terlontar secara spontan. Sekilas, kalimat tersebut mungkin terdengar biasa saja. Namun, jika digunakan secara berlebihan atau terus-menerus dalam situasi tertentu, ungkapan itu bisa mencerminkan keraguan terhadap kemampuan diri maupun kekhawatiran akan penilaian orang lain.
Dikutip dari The Expert Editor, terdapat sembilan ungkapan yang dapat dikaitkan dengan rasa kurang percaya diri. Meski demikian, satu kalimat saja tidak cukup untuk menilai kepribadian seseorang karena maknanya juga bergantung pada konteks dan kebiasaan komunikasi masing-masing.
Mengawali pendapat dengan kalimat tersebut memang bisa menunjukkan sikap berhati-hati. Akan tetapi, jika terlalu sering dilakukan, ungkapan ini dapat memberikan kesan bahwa seseorang meragukan pemikirannya sendiri sebelum orang lain sempat menanggapinya.
Orang yang terbiasa menggunakan kalimat ini mungkin merasa khawatir pendapatnya dianggap keliru atau tidak cukup penting untuk didengarkan.
Padahal, menyampaikan gagasan tidak harus diawali dengan merendahkan kemampuan diri. Kamu bisa mengutarakan pendapat secara langsung sambil tetap terbuka terhadap masukan, misalnya, "Menurut saya, pendekatan ini bisa menjadi pilihan karena beberapa alasan."
Kalimat ini sering digunakan sebelum menyampaikan kritik atau pendapat yang berpotensi menyinggung perasaan orang lain. Sayangnya, ungkapan tersebut tidak otomatis membuat perkataan setelahnya terdengar lebih sopan.
Dalam situasi tertentu, kebiasaan ini dapat menunjukkan bahwa seseorang menyadari perkataannya berpotensi menimbulkan konflik, tetapi belum menemukan cara yang tepat untuk menyampaikannya.
Daripada menggunakan pengantar tersebut, kamu bisa mengutarakan pendapat dengan bahasa yang lebih bijaksana. Fokuslah pada persoalan yang ingin dibahas tanpa menyerang karakter orang lain.
Ungkapan ini biasanya muncul ketika lelucon yang disampaikan tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan. Alih-alih mengakui bahwa perkataannya mungkin menyakiti orang lain, seseorang justru berlindung di balik alasan bahwa dirinya hanya bercanda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022