
seseorang yang belajar dengan cara yang salah./Magnific/jcomp
JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.
Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.
Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.
Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.
Masalahnya adalah cara kita belajar sering kali dibentuk oleh kebiasaan yang terasa produktif, tetapi sebenarnya tidak terlalu efektif untuk membangun ingatan dan pemahaman.
Psikologi kognitif telah menunjukkan bahwa belajar bukan sekadar memasukkan informasi ke dalam kepala. Belajar melibatkan perhatian, memori, pengambilan kembali informasi, latihan, kesalahan, umpan balik, dan kemampuan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.
Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.
Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.
Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022