
seseorang yang belajar dengan cara yang salah./Magnific/jcomp
JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.
Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.
Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.
Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.
Masalahnya adalah cara kita belajar sering kali dibentuk oleh kebiasaan yang terasa produktif, tetapi sebenarnya tidak terlalu efektif untuk membangun ingatan dan pemahaman.
Psikologi kognitif telah menunjukkan bahwa belajar bukan sekadar memasukkan informasi ke dalam kepala. Belajar melibatkan perhatian, memori, pengambilan kembali informasi, latihan, kesalahan, umpan balik, dan kemampuan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.
Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.
Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.
Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022