Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 05.13 WIB

Sering Dianggap Wajar, 8 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Menjebak Seseorang dalam Masalah Finansial

Ilustrasi kebiasaan yang membuat orang terjebak di kelas menengah ke bawah (geediting) - Image

Ilustrasi kebiasaan yang membuat orang terjebak di kelas menengah ke bawah (geediting)

JawaPos.com - Ketika kondisi keuangan sedang tidak baik, banyak orang langsung mencari satu penyebab utama. Misalnya, terlalu lama menunda investasi, mengambil cicilan kendaraan yang terlalu besar, atau melewatkan kesempatan membeli aset pada waktu yang dianggap tepat.

Padahal, persoalan finansial tidak selalu muncul akibat satu keputusan besar. Dalam banyak kasus, justru kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

Pengeluaran kecil, keputusan yang impulsif, hingga sikap terlalu nyaman dengan keadaan bisa membuat seseorang merasa sudah bekerja keras, tetapi kondisi ekonominya tidak banyak berubah.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat menghambat seseorang untuk memperbaiki kondisi finansial. Berikut delapan di antaranya.

1. Terlalu Nyaman dengan Kondisi Saat Ini

Merasa cukup dengan penghasilan yang hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sebenarnya bukan sesuatu yang salah. Namun, masalah bisa muncul ketika kondisi tersebut membuat seseorang berhenti berusaha meningkatkan kapasitas dirinya.

Tanpa keinginan untuk mempelajari keterampilan baru, mencari sumber pendapatan tambahan, atau mengejar peluang yang lebih baik, pertumbuhan finansial dapat berjalan sangat lambat.

Zona nyaman memang memberikan rasa aman. Namun, jika tidak dibarengi perencanaan masa depan, kenyamanan tersebut justru dapat menjadi penghambat ketika kebutuhan hidup semakin meningkat.

2. Tidak Memiliki Anggaran Keuangan

Banyak orang menganggap membuat anggaran identik dengan membatasi semua kesenangan. Padahal, anggaran sebenarnya berfungsi sebagai alat untuk mengetahui bagaimana pendapatan digunakan.

Menurut survei Schwab 2024 yang dikutip dalam artikel tersebut, hanya 36 persen responden di Amerika Serikat yang memiliki rencana keuangan tertulis.

Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, seseorang dapat mengetahui bagian mana yang terlalu banyak menghabiskan uang. Tanpa pencatatan, pengeluaran kecil sering berlalu begitu saja hingga akhirnya jumlahnya cukup besar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore