Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 05.07 WIB

7 Perubahan Kecil yang Dapat Meningkatkan Keintiman Hubungan Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang menjadi dekat dengan pasangannya / foto: Magnific/mego-studio

 

JawaPos.com - Keintiman dalam hubungan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang muncul secara alami ketika dua orang saling mencintai. Padahal, hubungan yang terasa dekat, hangat, dan aman biasanya tidak hanya dibangun oleh perasaan cinta, tetapi juga oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Menariknya, meningkatkan keintiman tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Anda tidak harus merencanakan liburan romantis setiap bulan, memberikan hadiah mahal, atau melakukan sesuatu yang spektakuler untuk membuat pasangan merasa lebih dekat.

Justru, dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal sederhana seperti cara menyapa pasangan, mendengarkan ceritanya, memberikan perhatian penuh, atau mengungkapkan penghargaan dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Dalam psikologi hubungan, kedekatan emosional berkaitan erat dengan rasa aman, respons terhadap kebutuhan pasangan, komunikasi, penghargaan, dan pengalaman positif yang dibangun berulang kali.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (26/8), terdapat tujuh perubahan kecil yang dapat membantu meningkatkan keintiman dalam hubungan.

1. Berikan perhatian penuh ketika pasangan berbicara

Salah satu perubahan paling sederhana adalah belajar benar-benar hadir ketika pasangan sedang berbicara.

Dalam kehidupan sehari-hari, percakapan sering berlangsung sambil melakukan hal lain. Seseorang mungkin bercerita tentang pekerjaannya sementara pasangannya melihat ponsel, menonton televisi, atau memikirkan pekerjaan sendiri.

Secara fisik, Anda mungkin berada di ruangan yang sama. Namun secara emosional, Anda sebenarnya tidak hadir.

Padahal, perhatian merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang paling mudah dirasakan.

Ketika pasangan berbicara, cobalah menghentikan aktivitas sejenak, menatapnya, mendengarkan sampai selesai, dan memberikan respons yang menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang disampaikan.

Tidak selalu diperlukan solusi.

Jika pasangan berkata, "Hari ini benar-benar melelahkan," respons seperti, "Kedengarannya hari ini berat sekali," terkadang lebih berarti daripada langsung memberikan nasihat.

Hal ini penting karena banyak orang tidak selalu mencari solusi ketika berbicara dengan pasangan. Mereka terkadang hanya ingin merasa didengar dan dipahami.

Mengapa hal kecil ini penting?

Rasa dekat tumbuh ketika seseorang merasa bahwa dirinya memiliki tempat yang aman untuk berbagi pikiran dan perasaan.

Ketika pasangan secara konsisten merasa didengarkan, hubungan dapat terasa lebih aman secara emosional.

Jadi, jangan meremehkan beberapa menit percakapan tanpa gangguan.

Terkadang, meletakkan ponsel dan benar-benar mendengarkan pasangan adalah salah satu bentuk keintiman yang paling sederhana.

2. Biasakan mengucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil

Dalam hubungan jangka panjang, kita sering mulai menganggap kebaikan pasangan sebagai sesuatu yang biasa.

Pasangan membuatkan kopi.

Pasangan mengingatkan sesuatu.

Pasangan menjemput Anda.

Pasangan membantu pekerjaan rumah.

Pasangan bertanya apakah Anda sudah makan.

Karena hal-hal tersebut terjadi berulang kali, kita mungkin berhenti menganggapnya sebagai sesuatu yang perlu diapresiasi.

Di sinilah masalah kecil dapat mulai muncul.

Seseorang bisa merasa, "Saya sudah melakukan banyak hal untuk hubungan ini, tetapi pasangan saya seperti tidak menyadarinya."

Karena itu, biasakan mengungkapkan penghargaan secara spesifik.

Bukan hanya:

"Terima kasih."

Tetapi:

"Terima kasih sudah menungguku tadi."

"Aku menghargai kamu sudah mengingat hal kecil itu."

"Terima kasih sudah membantu meskipun kamu sendiri sedang lelah."

Penghargaan seperti ini membuat pasangan merasa kontribusinya terlihat.

Jangan menunggu sesuatu yang besar

Keintiman tidak hanya dibangun melalui momen romantis.

Ia juga dibentuk melalui ribuan interaksi kecil yang membuat seseorang merasa dihargai.

Ketika penghargaan menjadi kebiasaan, hubungan tidak mudah terasa seperti transaksi atau rutinitas.

Pasangan tidak lagi hanya merasa bahwa dirinya "dibutuhkan", tetapi juga merasa bahwa keberadaannya benar-benar dihargai.

3. Ajukan pertanyaan yang lebih dalam

Pasangan yang sudah lama bersama terkadang merasa bahwa mereka sudah saling mengetahui segala sesuatu.

"Kamu kan sudah tahu aku."

"Memangnya masih ada yang perlu dibicarakan?"

Padahal, manusia terus berubah.

Impian berubah. Kekhawatiran berubah. Prioritas berubah. Pengalaman hidup juga dapat mengubah cara seseorang melihat dirinya sendiri dan hubungan.

Karena itu, jangan hanya bertanya tentang hal-hal praktis.

"Cepat pulang?"

"Sudah makan?"

"Besok ada kerja?"

Sesekali, ajukan pertanyaan yang membuka ruang untuk kedekatan emosional.

Misalnya:

"Apa hal yang paling kamu pikirkan akhir-akhir ini?"

"Apa sesuatu yang sedang ingin kamu capai?"

"Apa yang akhir-akhir ini membuatmu merasa bahagia?"

"Ada sesuatu yang sedang kamu khawatirkan?"

"Apa yang bisa aku lakukan supaya kamu merasa lebih didukung?"

Pertanyaan seperti ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya tertarik pada aktivitas pasangan, tetapi juga pada dunia batinnya.

Kedekatan membutuhkan rasa ingin tahu

Salah satu kesalahan dalam hubungan jangka panjang adalah berhenti penasaran terhadap pasangan.

Padahal, rasa ingin tahu membuat hubungan tetap hidup.

Jangan berasumsi bahwa Anda sudah mengenal pasangan sepenuhnya.

Cobalah mengenalnya kembali.

Orang yang Anda cintai hari ini mungkin masih memiliki sisi-sisi baru yang belum pernah Anda pahami sebelumnya.

4. Tingkatkan sentuhan sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Keintiman tidak selalu harus dikaitkan dengan hubungan seksual.

Sentuhan sederhana juga dapat menjadi bentuk komunikasi emosional.

Misalnya menggenggam tangan ketika berjalan, memeluk pasangan ketika bertemu, menyentuh bahunya ketika berbicara, atau memberikan pelukan sebelum tidur.

Bagi banyak pasangan, sentuhan semacam ini perlahan menghilang ketika hubungan memasuki fase yang lebih lama.

Dulu, mungkin setiap pertemuan diwarnai pelukan.

Sekarang, mungkin hanya ada sapaan singkat.

Dulu sering duduk berdekatan.

Sekarang masing-masing sibuk dengan perangkat sendiri.

Jika memang nyaman bagi kedua pihak, mengembalikan sentuhan-sentuhan kecil tersebut dapat membantu menciptakan kembali rasa kedekatan.

Namun, penting untuk memahami bahwa setiap orang memiliki tingkat kenyamanan terhadap sentuhan yang berbeda.

Karena itu, sentuhan seharusnya bukan kewajiban.

Keintiman justru tumbuh ketika kedua orang merasa aman dan dihormati.

5. Belajar merespons cerita kecil pasangan

Bayangkan pasangan pulang dan berkata:

"Tadi aku dapat pujian dari bos."

Ada beberapa kemungkinan respons.

"Oh."

"Bagus."

Atau bahkan tidak memberikan respons karena sedang sibuk.

Padahal, bagi pasangan, cerita kecil tersebut mungkin penting.

Cobalah merespons dengan sedikit lebih antusias:

"Serius? Pujian tentang apa?"

"Wow, pasti senang ya."

"Ceritain dong, bagaimana kejadiannya?"

Dalam psikologi hubungan, momen-momen kecil semacam ini dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat koneksi.

Pasangan sebenarnya sedang membuka sebuah "pintu kecil" untuk berbagi dunianya.

Ketika Anda merespons, Anda menunjukkan bahwa dunia pasangan juga menarik bagi Anda.

Bukan hanya kabar buruk yang perlu didengarkan

Banyak pasangan menjadi sangat responsif ketika ada masalah.

Ketika pasangan sedih, mereka langsung bertanya.

Ketika pasangan marah, mereka langsung memperhatikan.

Tetapi ketika pasangan bahagia, mereka terkadang hanya memberikan respons singkat.

Padahal, berbagi kegembiraan juga merupakan bagian penting dari hubungan.

Jadi, rayakan hal-hal kecil bersama.

Kabar baik pasangan tidak harus besar untuk layak dirayakan.

6. Sisihkan waktu tanpa gangguan setiap hari

Kualitas waktu sering kali lebih penting daripada jumlah waktu.

Dua orang dapat menghabiskan lima jam dalam satu rumah tetapi hampir tidak berinteraksi secara emosional.

Sebaliknya, percakapan 20 menit tanpa ponsel, televisi, pekerjaan, atau gangguan lain dapat membuat pasangan merasa jauh lebih dekat.

Tidak perlu membuat ritual yang rumit.

Anda bisa menetapkan waktu sederhana setiap hari untuk berbicara.

Misalnya setelah makan malam.

Sebelum tidur.

Saat minum kopi di pagi hari.

Yang penting bukan durasinya, melainkan kualitas kehadiran.

Cobalah membuat aturan sederhana:

Untuk beberapa menit, tidak ada ponsel.

Tidak ada multitasking.

Tidak ada pekerjaan.

Tidak ada percakapan yang hanya berkaitan dengan urusan rumah tangga.

Bicarakan sesuatu yang benar-benar membuat Anda berdua merasa terhubung.

Jangan hanya menjadi rekan satu rumah

Hubungan bisa perlahan berubah menjadi seperti hubungan antara dua orang yang mengelola rumah bersama.

"Siapa yang bayar tagihan?"

"Besok siapa yang belanja?"

"Jam berapa pulang?"

"Jangan lupa ini."

Percakapan praktis memang diperlukan.

Namun hubungan membutuhkan lebih dari sekadar koordinasi.

Pasangan juga perlu memiliki ruang untuk menjadi dua orang yang saling mengenal, tertawa, bercerita, dan menikmati kebersamaan.

7. Perbaiki cara meminta sesuatu kepada pasangan

Banyak konflik sebenarnya bukan hanya disebabkan oleh apa yang kita butuhkan, tetapi bagaimana kita menyampaikannya.

Misalnya seseorang merasa kurang diperhatikan lalu berkata:

"Kamu memang nggak pernah peduli."

Kalimat tersebut mungkin muncul dari rasa kecewa yang nyata. Namun, pasangan yang mendengarnya bisa langsung merasa diserang dan menjadi defensif.

Bandingkan dengan:

"Aku akhir-akhir ini merasa kurang mendapat waktu bersama kamu. Aku ingin kita punya waktu berdua lebih sering."

Pesannya hampir sama.

Tetapi cara penyampaiannya berbeda.

Versi kedua lebih jelas mengenai kebutuhan tanpa langsung menyerang karakter pasangan.

Berbicara tentang kebutuhan, bukan menyerang pribadi

Alih-alih mengatakan:

"Kamu egois."

Cobalah:

"Aku merasa kebutuhanku belum terlalu didengar."

Alih-alih:

"Kamu nggak pernah mau mendengarkan."

Cobalah:

"Aku ingin kamu mendengarkan dulu sebelum memberikan solusi."

Alih-alih:

"Kamu berubah."

Cobalah:

"Aku merasa kita akhir-akhir ini semakin jarang punya waktu berkualitas."

Perubahan bahasa seperti ini terlihat kecil.

Namun, dampaknya terhadap pola interaksi bisa sangat besar.

Tujuannya bukan membuat komunikasi terdengar sempurna, melainkan menciptakan ruang agar kedua orang dapat membicarakan kebutuhan tanpa harus saling menjatuhkan.

Keintiman Dibangun dari Hal-Hal yang Sering Dianggap Sepele

Banyak orang mencari cara besar untuk menyelamatkan atau memperkuat hubungan.

Mereka mencari liburan romantis, hadiah mahal, kejutan, atau aktivitas khusus.

Semua itu bisa menyenangkan.

Namun, hubungan yang intim biasanya tidak dibangun hanya oleh momen-momen besar.

Ia dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan berkali-kali.

Mendengarkan.

Menghargai.

Bertanya.

Menyentuh.

Merespons.

Meluangkan waktu.

Berbicara dengan cara yang lebih lembut.

Hal-hal tersebut mungkin tampak terlalu sederhana.

Tetapi justru karena sederhana, semuanya bisa dilakukan setiap hari.

Dan hubungan pada akhirnya bukan hanya kumpulan dari momen-momen besar.

Hubungan adalah kumpulan dari ribuan interaksi kecil.

Jika setiap hari pasangan mendapatkan sedikit lebih banyak perhatian, sedikit lebih banyak penghargaan, sedikit lebih banyak rasa aman, dan sedikit lebih banyak kesempatan untuk berbagi, kedekatan emosional dapat tumbuh secara perlahan.

Tidak perlu menunggu hubungan bermasalah untuk mulai melakukannya.

Anda bisa memulainya hari ini.

Letakkan ponsel ketika pasangan berbicara.

Tanyakan bagaimana perasaannya.

Ucapkan terima kasih.

Berikan pelukan jika keduanya nyaman.

Dengarkan cerita kecilnya.

Dan sebelum tidur, mungkin tanyakan satu hal sederhana:

"Bagaimana harimu hari ini, sebenarnya?"

Kadang-kadang, keintiman tidak membutuhkan sesuatu yang luar biasa.

Ia hanya membutuhkan dua orang yang bersedia terus hadir, terus penasaran, dan terus memilih untuk saling mendekat.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore