Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 12.29 WIB

7 Alasan Mengapa Stres Kerja Dapat Memengaruhi Hewan Peliharaan Anda Menurut Psikologi, Apa Sajakah?

seseorang yang membuat hewan peliharaannya stress./Magnific/ryazancevaolga1406 - Image

seseorang yang membuat hewan peliharaannya stress./Magnific/ryazancevaolga1406

JawaPos.com - Banyak orang menganggap hewan peliharaan sebagai teman yang hanya membutuhkan makanan, tempat tinggal yang nyaman, dan perhatian. Namun, hubungan antara manusia dan hewan peliharaan sebenarnya jauh lebih kompleks. Bagi sebagian orang, anjing, kucing, atau hewan peliharaan lainnya merupakan bagian dari keluarga yang hidup bersama dalam lingkungan yang sama dan berinteraksi setiap hari.

Karena itu, ketika kondisi psikologis pemilik berubah, hewan peliharaan terkadang ikut merasakan perubahan tersebut.

Salah satu kondisi yang sering terjadi adalah stres akibat pekerjaan. Tekanan dari tenggat waktu, beban kerja, konflik dengan rekan kerja, tuntutan atasan, ketidakpastian pekerjaan, hingga kesulitan memisahkan kehidupan profesional dan pribadi dapat membuat seseorang pulang ke rumah dalam keadaan lelah secara mental.

Menariknya, stres tersebut tidak selalu berhenti ketika Anda meninggalkan kantor.

Perubahan suasana hati, bahasa tubuh, suara, rutinitas, dan pola interaksi Anda dapat ditangkap oleh hewan peliharaan. Mereka memang tidak memahami bahwa Anda sedang stres karena pekerjaan, tetapi mereka dapat merespons perubahan perilaku dan lingkungan yang menyertai stres tersebut.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (23/8), terdapat 7 alasan mengapa stres kerja Anda dapat memengaruhi hewan peliharaan menurut perspektif psikologi dan perilaku manusia-hewan.

1. Hewan Peliharaan Sangat Peka terhadap Perubahan Emosi Pemiliknya

Hewan peliharaan mungkin tidak mengerti isi rapat yang membuat Anda frustrasi atau email dari atasan yang membuat Anda cemas. Namun, mereka dapat memperhatikan berbagai tanda yang muncul ketika kondisi emosional Anda berubah.

Misalnya, ketika stres, seseorang mungkin berbicara lebih keras, bergerak lebih cepat, lebih sering menghela napas, mengurangi kontak sosial, atau justru menjadi sangat diam.

Perubahan-perubahan kecil tersebut dapat menjadi informasi bagi hewan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore