Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 20.18 WIB

7 Alasan Mengapa Tidak Melakukan Apa-Apa Bersama Orang Lain Adalah Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan

seseorang yang tidak melakukan apa pun bersama temannya./Magnific/katemangostar - Image

seseorang yang tidak melakukan apa pun bersama temannya./Magnific/katemangostar

JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika kesibukan sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang menjalani hidup dengan baik. Jadwal yang penuh, pertemuan yang terus-menerus, percakapan tanpa henti, dan aktivitas bersama orang lain seolah menjadi bukti bahwa hidup kita berarti.

Bahkan ketika sedang tidak melakukan apa-apa, kita sering merasa harus mengisinya. Membuka media sosial, membalas pesan, mencari hiburan, menelepon seseorang, atau sekadar mencari sesuatu untuk dilakukan. Ada perasaan tidak nyaman ketika kita hanya duduk diam bersama diri sendiri.

Padahal, menurut psikologi, tidak melakukan apa-apa bersama orang lain—atau sekadar menikmati keberadaan tanpa harus selalu melakukan sesuatu—dapat memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan psikologis dan kualitas hubungan kita.

Yang dimaksud dengan "tidak melakukan apa-apa" bukan berarti hidup pasif, malas, atau menghindari tanggung jawab. Maksudnya adalah kemampuan untuk berada bersama orang lain tanpa tekanan untuk terus menghibur, berbicara, bepergian, atau menciptakan aktivitas.

Bayangkan duduk bersama pasangan sambil minum kopi tanpa membicarakan hal penting. Atau bersama sahabat di sebuah ruangan, masing-masing membaca buku. Berjalan tanpa tujuan tertentu. Menikmati sore sambil sesekali berbicara. Tidak ada agenda, tidak ada kewajiban untuk membuat momen tersebut "spesial".

Justru dalam momen-momen sederhana seperti itulah, sesuatu yang penting secara psikologis bisa terjadi.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (22/8), terdapat tujuh alasannya.

1. Kita Belajar Merasa Nyaman dengan Kehadiran Orang Lain

Salah satu tanda hubungan yang sehat adalah ketika kita tidak selalu merasa harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan kedekatan.

Pada hubungan yang masih dipenuhi kecemasan, seseorang mungkin merasa bahwa keheningan berarti ada masalah. Ketika percakapan berhenti, muncul pertanyaan dalam kepala:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore