Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 06.11 WIB

Tak Selalu Menghindar, Studi Ungkap Mengapa Orang dengan Kecemasan Sosial Justru Mudah Meledak

Ilustrasi seseorang dengan kecemasan sosial yang merespons ancaman terhadap harga dirinya dengan kemarahan (Psypost) - Image

Ilustrasi seseorang dengan kecemasan sosial yang merespons ancaman terhadap harga dirinya dengan kemarahan (Psypost)

JawaPos.com - Kecemasan sosial atau social anxiety selama ini identik dengan sikap menghindar. Seseorang yang takut dinilai orang lain biasanya dianggap lebih memilih diam, menjauh dari keramaian, atau menghindari situasi yang berpotensi membuatnya malu. 

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa gambaran tersebut tidak selalu berlaku. Pada sebagian orang, kecemasan terhadap penilaian sosial justru dapat berjalan beriringan dengan perilaku agresif. 

Ketika merasa ditolak, dipermalukan, atau terancam secara sosial, mereka tidak selalu memilih mundur. Dalam kondisi tertentu, respons yang muncul justru dapat berupa kemarahan, sikap defensif, hingga tindakan agresif.

Dilansir dari PsyPost, Selasa (18/8), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Aggressive Behavior tersebut dilakukan Reyihangu Tuerxun, Yanan Li, dan Lixia Cui dari Capital Normal University, Beijing. Mereka menganalisis data 872 mahasiswa di Tiongkok untuk melihat hubungan antara kecemasan sosial, narsisme rentan, dan agresi.

1. Mengapa kecemasan sosial bisa berujung pada kemarahan?

Kecemasan sosial pada dasarnya berkaitan dengan ketakutan terus-menerus akan penilaian negatif dalam situasi sosial. Karena itu, respons yang umum diperkirakan adalah menghindari kerumunan, menekan ekspresi, atau menarik diri dari situasi yang dianggap mengancam.

Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan sosial tidak otomatis berarti seseorang akan selalu pasif. Pada individu yang juga memiliki tingkat narsisme rentan dan self-centeredness (kecenderungan berpusat pada diri sendiri) tinggi, pengalaman sosial yang tidak menyenangkan dapat dipersepsikan sebagai ancaman terhadap harga diri. 

Akibatnya, respons yang semula diperkirakan berupa flight atau melarikan diri dapat berubah menjadi fight, yakni melawan atau menyerang.

2. Ada kelompok yang paling rentan menunjukkan agresi

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore