Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2026 | 03.15 WIB

Sulit Mandiri hingga Tak Tahan Ditolak, Ini 9 Ciri Orang yang Terlalu Dimanja

Ilustrasi orang yang sangat dimanja (freepik/lookstudio)

JawaPos.com – Sikap manja tidak selalu berhenti ketika seseorang beranjak dewasa. Dalam beberapa kasus, kebiasaan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dapat terbawa ke berbagai aspek kehidupan, termasuk cara seseorang menghadapi masalah, menjalankan tanggung jawab, hingga berhubungan dengan orang lain.

Misalnya, ada orang dewasa yang masih sangat bergantung kepada orang tua untuk urusan sehari-hari. Ada pula yang kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah, mengatur keuangan, atau mengambil keputusan sendiri.

Kondisi tersebut tidak serta-merta berarti seseorang pasti dibesarkan dengan pola asuh yang memanjakan. Namun, sejumlah perilaku tertentu dapat menjadi bahan untuk melakukan introspeksi.

Dilansir dari laman The Vessel, berikut sembilan perilaku yang disebut dapat mengindikasikan seseorang terbiasa mendapatkan terlalu banyak kemudahan atau perlakuan khusus sejak kecil.

1. Merasa Selalu Berhak Mendapat Perlakuan Khusus

Salah satu tanda yang mungkin terlihat adalah munculnya rasa berhak yang berlebihan. Seseorang merasa dirinya pantas memperoleh pengecualian, bahkan ketika aturan yang sama berlaku untuk orang lain.

Contohnya, mereka tidak mudah menerima aturan dan selalu berusaha mencari jalan agar mendapatkan perlakuan berbeda.

Jika kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus, hubungan sosial pun bisa terganggu. Sebab, orang tersebut cenderung lebih fokus pada apa yang ingin diperolehnya tanpa cukup mempertimbangkan kepentingan orang lain.

2. Kurang Memperhatikan Perasaan Orang Lain

Empati merupakan kemampuan memahami dan mempertimbangkan perasaan orang lain. Orang yang terbiasa selalu menjadi pusat perhatian mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat terlihat dari kebiasaan memotong pembicaraan, mengabaikan ketidaknyamanan orang lain, atau tetap memaksakan keinginan meski situasi sedang tidak memungkinkan.

Kurangnya perhatian terhadap perasaan orang lain tentu dapat memengaruhi kualitas hubungan, baik dengan teman, pasangan, maupun rekan kerja.

3. Tidak Terbiasa Menunggu

Keinginan untuk mendapatkan sesuatu dengan segera juga dapat menjadi salah satu indikasi.

Ketika sejak kecil hampir semua keinginan selalu dipenuhi dengan cepat, seseorang mungkin kesulitan memahami bahwa beberapa hal membutuhkan waktu dan proses.

Akibatnya, mereka mudah frustrasi ketika hasil tidak datang sesuai harapan. Dalam pekerjaan, misalnya, mereka dapat cepat bosan ketika perkembangan tidak berlangsung instan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore