seseorang yang lebih layak dicintai / foto: Magnific/lifeforstock
"Apa yang salah dengan saya?"
"Mengapa dia bisa berhenti mencintai saya?"
"Apakah saya memang tidak cukup baik?"
"Jangan-jangan tidak akan ada lagi orang yang mau mencintai saya."
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat manusiawi. Ketika sebuah hubungan berakhir, terutama hubungan yang sudah dibangun dengan harapan, perhatian, dan banyak kenangan, seseorang dapat dengan mudah menganggap perpisahan sebagai bukti bahwa dirinya telah gagal.
Padahal, berakhirnya sebuah hubungan tidak otomatis berarti Anda adalah orang yang gagal.
Dalam psikologi, pengalaman putus cinta dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. Ketika kehilangan hubungan yang penting, rasa aman, rutinitas, identitas sebagai pasangan, bahkan gambaran tentang masa depan bisa ikut terguncang. Akibatnya, seseorang mungkin merasa tidak berharga atau tidak layak dicintai.
Namun, perasaan tersebut bukanlah fakta.
Anda mungkin sedang terluka, tetapi bukan berarti Anda tidak layak dicintai. Anda mungkin melakukan kesalahan dalam hubungan, tetapi kesalahan tidak membuat nilai diri Anda menjadi hilang. Dan Anda mungkin pernah ditinggalkan, tetapi ditinggalkan bukan berarti Anda tidak pantas mendapatkan kasih sayang.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (13/8), jika saat ini Anda merasa gagal setelah perpisahan cinta, ada beberapa langkah psikologis yang dapat membantu Anda membangun kembali hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.
1. Berhenti menjadikan perpisahan sebagai ukuran nilai diri
Salah satu kesalahan paling umum setelah putus cinta adalah mengubah sebuah peristiwa menjadi kesimpulan tentang identitas diri.
Hubungan berakhir, lalu muncul pikiran:
"Berarti saya tidak cukup baik."
Pasangan memilih orang lain, lalu muncul:
"Berarti saya kalah."
Anda membuat kesalahan dalam hubungan, lalu berpikir:
"Berarti saya memang buruk sebagai pasangan."
Inilah yang perlu dihentikan.
Sebuah hubungan adalah bagian dari hidup Anda, bukan keseluruhan definisi tentang siapa diri Anda.
Hubungan bisa gagal karena banyak faktor: ketidakcocokan, perbedaan kebutuhan, komunikasi yang buruk, perubahan prioritas, keadaan hidup, luka masa lalu, atau keputusan dua orang yang memang tidak lagi bisa berjalan bersama.
Tidak semuanya dapat disederhanakan menjadi "saya tidak cukup baik."
Cobalah mengganti kalimat:
"Saya gagal dalam cinta."
menjadi:
"Hubungan saya berakhir, dan saya sedang belajar memahami apa yang terjadi."
Perubahan kalimat tersebut terlihat sederhana, tetapi cara kita memberi makna terhadap suatu pengalaman dapat memengaruhi bagaimana kita memandang diri sendiri.
Anda boleh mengevaluasi kesalahan. Bahkan, itu penting.
Tetapi evaluasi berbeda dengan menghukum diri sendiri.
Jika Anda memang melakukan kesalahan, katakan:
"Saya melakukan kesalahan dalam cara berkomunikasi."
Bukan:
"Saya adalah orang yang tidak layak dicintai."
Yang pertama adalah evaluasi perilaku. Yang kedua adalah serangan terhadap identitas diri.
Dan keduanya sangat berbeda.
2. Izinkan diri Anda berduka tanpa merasa harus segera baik-baik saja
Setelah putus cinta, banyak orang merasa harus segera melupakan mantan.
Mereka memaksa diri untuk terlihat bahagia. Menghapus semua kesedihan. Menghindari pembicaraan tentang hubungan. Bahkan merasa bersalah ketika masih merindukan seseorang.
Padahal, kehilangan hubungan penting memang dapat memunculkan proses berduka.
Anda tidak harus langsung kuat.
Anda boleh merasa sedih.
Anda boleh merindukan seseorang yang sudah tidak lagi bersama Anda.
Anda boleh menangis ketika mengingat kenangan lama.
Anda bahkan boleh merasa baik hari ini lalu kembali sedih besok.
Pemulihan emosional jarang berjalan lurus.
Ada hari ketika Anda merasa sudah jauh lebih baik. Kemudian sebuah lagu, tempat, foto, atau percakapan tiba-tiba membuat perasaan lama muncul kembali.
Itu bukan berarti Anda kembali ke titik nol.
Itu hanya berarti Anda sedang memproses kehilangan.
Daripada berkata:
"Kenapa saya masih sedih? Seharusnya saya sudah move on."
cobalah berkata:
"Saya sedang kehilangan sesuatu yang pernah berarti bagi saya. Wajar jika membutuhkan waktu."
Memberikan ruang untuk emosi bukan berarti Anda tenggelam di dalamnya. Justru dengan mengakui emosi, Anda memiliki kesempatan untuk memahami dan mengelolanya dengan lebih sehat.
Jangan jadikan proses penyembuhan sebagai perlombaan.
Anda tidak terlambat hanya karena orang lain terlihat sudah bahagia lebih dulu.
3. Bedakan antara "ditolak" dan "tidak layak dicintai"
Ini adalah salah satu hal terpenting yang perlu Anda pahami setelah mengalami perpisahan.
Seseorang dapat memilih untuk tidak melanjutkan hubungan dengan Anda.
Tetapi keputusan seseorang untuk pergi tidak sama dengan pernyataan bahwa Anda tidak memiliki nilai.
Bayangkan Anda melamar sebuah pekerjaan dan tidak diterima.
Apakah itu berarti Anda tidak memiliki kemampuan sama sekali?
Belum tentu.
Mungkin posisi tersebut tidak cocok. Mungkin perusahaan mencari pengalaman tertentu. Mungkin ada kandidat lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Begitu juga dalam hubungan.
Seseorang mungkin tidak cocok dengan Anda. Kebutuhan emosional kalian mungkin berbeda. Cara berkomunikasi tidak sejalan. Tujuan hidup berubah.
Ketidakcocokan bukan selalu berarti kekurangan.
Sayangnya, setelah putus cinta, kita sering membuat kesalahan berpikir:
"Dia tidak memilih saya, berarti saya tidak berharga."
Padahal kalimat yang lebih realistis adalah:
"Hubungan ini tidak berhasil, tetapi nilai diri saya tidak ditentukan oleh keputusan satu orang."
Jika Anda pernah ditinggalkan, jangan biarkan satu pengalaman membuat Anda percaya bahwa semua orang akan meninggalkan Anda.
Jika seseorang tidak mampu mencintai Anda dengan cara yang Anda butuhkan, itu bukan otomatis bukti bahwa Anda tidak layak mendapatkan cinta.
4. Bangun kembali kehidupan yang tidak bergantung pada status hubungan
Ketika sedang jatuh cinta, kehidupan seseorang terkadang mulai berpusat pada hubungan.
Tempat favorit menjadi tempat bersama pasangan.
Akhir pekan identik dengan pasangan.
Rencana masa depan dibuat berdua.
Teman-teman mungkin mulai berkurang karena lebih banyak waktu dihabiskan bersama pasangan.
Kemudian hubungan berakhir.
Tiba-tiba bukan hanya seseorang yang hilang, tetapi juga rutinitas dan sebagian identitas Anda.
Karena itu, salah satu langkah penting setelah perpisahan adalah mengembalikan pusat kehidupan kepada diri sendiri.
Mulailah dari hal-hal sederhana.
Kembali melakukan hobi.
Temui teman yang selama ini jarang ditemui.
Olahraga.
Belajar sesuatu yang baru.
Membaca.
Menata kamar.
Pergi ke tempat yang ingin Anda kunjungi.
Membuat target pribadi.
Bukan untuk membuktikan kepada mantan bahwa Anda bisa bahagia tanpa dirinya.
Lakukan semua itu karena hidup Anda memang lebih luas daripada satu hubungan.
Semakin banyak sumber makna dalam hidup Anda, semakin kecil kemungkinan harga diri Anda bergantung sepenuhnya pada keberadaan pasangan.
Anda tetap bisa mencintai seseorang dengan dalam tanpa kehilangan hubungan dengan diri sendiri.
Dan ketika hubungan berakhir, Anda masih memiliki kehidupan yang bisa dibangun kembali.
5. Perlakukan diri sendiri seperti Anda memperlakukan orang yang Anda sayangi
Coba bayangkan sahabat terbaik Anda baru saja mengalami putus cinta.
Dia datang kepada Anda sambil berkata:
"Aku merasa gagal. Aku merasa tidak pantas dicintai."
Apa yang akan Anda katakan?
Kemungkinan besar Anda tidak akan menjawab:
"Memang. Semua ini salahmu."
Anda mungkin akan berkata:
"Tidak apa-apa. Kamu sedang terluka."
"Kamu tetap berharga."
"Satu hubungan yang berakhir tidak menentukan seluruh hidupmu."
"Ambil waktu untuk sembuh."
Sekarang pertanyaannya:
Mengapa Anda bisa begitu lembut kepada orang lain, tetapi begitu kejam kepada diri sendiri?
Dalam proses membangun kembali harga diri, cobalah menerapkan sikap yang lebih penuh belas kasih kepada diri sendiri.
Ketika Anda melakukan kesalahan, akui.
Ketika Anda kecewa, dengarkan.
Ketika Anda lelah, beristirahat.
Ketika Anda sedih, jangan mempermalukan diri sendiri karena merasakan kesedihan itu.
Self-compassion bukan berarti membenarkan semua kesalahan.
Self-compassion berarti mampu berkata:
"Saya memang tidak sempurna. Saya pernah salah. Tetapi saya tetap manusia yang pantas mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang."
Anda tidak perlu menjadi sempurna terlebih dahulu agar layak dicintai.
6. Jangan terburu-buru mencari orang baru hanya untuk membuktikan bahwa Anda masih berharga
Setelah patah hati, ada godaan besar untuk segera mencari pasangan baru.
Bukan karena benar-benar siap mencintai seseorang, tetapi karena ingin mendapatkan validasi:
"Kalau ada orang yang menginginkan saya, berarti saya masih berharga."
Masalahnya, jika harga diri Anda sepenuhnya bergantung pada perhatian orang lain, Anda bisa kembali masuk ke pola yang sama.
Anda membutuhkan seseorang untuk merasa berharga.
Ketika orang tersebut menjauh, harga diri Anda kembali runtuh.
Karena itu, sebelum mencari hubungan baru, cobalah membangun keyakinan:
"Saya berharga bahkan ketika tidak sedang dipilih oleh siapa pun."
Tentu saja, manusia membutuhkan hubungan dan kasih sayang. Kita bukan makhluk yang harus hidup sendirian.
Namun, hubungan yang sehat seharusnya menjadi tempat untuk berbagi kehidupan, bukan satu-satunya sumber identitas.
Ketika Anda sudah mulai merasa nyaman dengan diri sendiri, Anda dapat memasuki hubungan berikutnya bukan dari posisi:
"Tolong cintai saya agar saya merasa berharga."
melainkan:
"Saya sudah menghargai diri saya. Saya ingin berbagi hidup dengan seseorang yang juga mampu menghargai saya."
Perbedaannya sangat besar.
Anda Tidak Harus Membuktikan Bahwa Anda Layak Dicintai
Mungkin sekarang Anda masih membawa banyak pertanyaan dari hubungan yang telah berakhir.
Mungkin Anda terus memikirkan kesalahan yang pernah dilakukan.
Mungkin ada bagian dari diri Anda yang masih berharap mantan kembali.
Mungkin Anda bahkan merasa takut bahwa hubungan tersebut adalah kesempatan terakhir untuk dicintai.
Tetapi cobalah berhenti sejenak.
Tarik napas.
Dan ingat satu hal:
Perpisahan adalah sebuah pengalaman, bukan vonis terhadap nilai diri Anda.
Anda boleh belajar dari hubungan yang gagal tanpa menganggap diri Anda sebagai kegagalan.
Anda boleh mengakui kesalahan tanpa membenci diri sendiri.
Anda boleh merindukan seseorang tanpa harus kembali kepadanya.
Anda boleh merasa sendirian tanpa menyimpulkan bahwa Anda akan selalu sendirian.
Dan Anda boleh membutuhkan waktu untuk kembali percaya kepada cinta.
Pada akhirnya, merasa layak dicintai kembali bukan berarti Anda harus segera menemukan orang baru.
Terkadang, langkah pertama justru adalah belajar mengatakan kepada diri sendiri:
"Saya mungkin belum melihat masa depan dengan jelas, tetapi saya tetap berharga."
"Saya mungkin pernah gagal dalam sebuah hubungan, tetapi saya bukan sebuah kegagalan."
"Saya pernah kehilangan seseorang yang saya cintai, tetapi saya tidak kehilangan seluruh nilai diri saya."
Dan perlahan-lahan, ketika hubungan Anda dengan diri sendiri mulai pulih, Anda mungkin menyadari bahwa cinta yang paling Anda butuhkan setelah patah hati bukanlah cinta dari orang lain terlebih dahulu.
Melainkan kemampuan untuk tidak lagi meninggalkan diri sendiri ketika seseorang memilih untuk pergi.
Itulah salah satu bentuk pemulihan yang paling penting.
Karena pada akhirnya, menjadi layak dicintai bukan sesuatu yang harus Anda perjuangkan dengan menjadi sempurna.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
