Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 05.05 WIB

Bukan Sekadar Kebiasaan, Makan Malam Sendirian di Depan TV Ternyata Cerminkan Kepribadian Ini

Kepribadian makan malam sendirian di depan TV menurut Psikologi

JawaPos.com – Kebiasaan makan malam sendirian sambil menikmati tayangan televisi ternyata dapat mencerminkan sisi kepribadian seseorang. Dalam kajian psikologi, rutinitas sederhana ini bukan hanya soal cara menikmati waktu makan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan emosional, pola pikir, hingga gaya hidup seseorang.

Pilihan untuk makan tanpa ditemani orang lain sambil fokus pada layar televisi sering kali menjadi bentuk kenyamanan pribadi. Di balik kebiasaan tersebut, terdapat sejumlah karakter yang dapat terlihat dari cara seseorang menikmati waktu makannya.

Dilansir dari Geediting.com, berikut tujuh kepribadian yang kerap dimiliki orang yang terbiasa makan malam sendirian di depan televisi menurut perspektif psikologi.

1. Memiliki jiwa mandiri yang tinggi

Orang yang rutin makan sendirian umumnya memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Mereka menikmati kebebasan mengatur waktu, memilih makanan, hingga menentukan aktivitas tanpa harus menyesuaikan dengan orang lain.

Penelitian di Swedia juga menunjukkan bahwa sebagian orang memandang kebiasaan makan sendiri sebagai bagian dari gaya hidup mandiri, bukan karena kurang memiliki hubungan sosial.

2. Menikmati waktu sendiri, tetapi tetap berisiko merasa kesepian

Menyukai kesendirian tidak selalu berarti merasa kesepian. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa interaksi sosial, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko munculnya rasa sepi hingga gejala depresi.

Karena itu, menjaga keseimbangan antara menikmati waktu sendiri dan tetap bersosialisasi menjadi hal yang penting bagi kesehatan mental.

3. Menyukai stimulasi dari banyak hal sekaligus

Sebagian orang merasa lebih nyaman ketika makan sambil menonton televisi karena mendapatkan rangsangan visual dan suara secara bersamaan.

Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga berpotensi makan lebih banyak dari kebutuhan tubuh.

4. Lebih mudah terdorong makan karena faktor luar

Televisi sering menghadirkan berbagai rangsangan, seperti iklan makanan atau tayangan yang membuat seseorang terus mengunyah tanpa benar-benar merasa lapar.

Psikologi menyebut kondisi ini sebagai external eating, yaitu makan yang dipicu oleh faktor eksternal, bukan kebutuhan fisik. Melatih kesadaran saat makan dapat membantu mengurangi kebiasaan tersebut.

5. Mengutamakan efisiensi waktu

Bagi sebagian orang, makan sambil menonton televisi merupakan cara memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Mereka dapat menikmati hiburan sekaligus menyelesaikan waktu makan dalam satu aktivitas.

Karakter ini biasanya dimiliki individu yang terbiasa mengatur jadwal secara praktis dan berorientasi pada produktivitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore