Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 02.41 WIB

Jika Anda Ingin Mendapat Teman Baru di Usia Dewasa, Lakukan 7 Cara Mudah Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mencari teman baru / foto: Magnific/magnific

 

JawaPos.com - Memiliki teman baru saat masih sekolah atau kuliah terasa begitu mudah. Kita bertemu setiap hari, mengikuti aktivitas yang sama, dan memiliki banyak kesempatan untuk saling mengenal. Namun, memasuki usia dewasa, situasinya berubah. Kesibukan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, hingga rutinitas yang padat membuat lingkaran pertemanan semakin sempit.
 
Banyak orang dewasa mengaku merasa kesepian meski memiliki pekerjaan yang baik dan kehidupan yang terlihat mapan. Hal ini bukan karena mereka tidak ingin berteman, melainkan karena kesempatan untuk membangun hubungan baru menjadi jauh lebih terbatas.

Kabar baiknya, psikologi menunjukkan bahwa mendapatkan teman baru bukanlah soal keberuntungan atau kepribadian yang sangat ekstrover. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat meningkatkan peluang seseorang membangun hubungan yang sehat dan bermakna.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (26/7), terdapat tujuh cara mudah mendapatkan teman baru di usia dewasa menurut psikologi.

1. Sering Muncul di Tempat yang Sama (Mere Exposure Effect)

Dalam psikologi terdapat konsep yang dikenal sebagai mere exposure effect. Teori ini menjelaskan bahwa manusia cenderung lebih menyukai orang yang sering mereka lihat dibandingkan orang yang baru ditemui sekali.

Itulah sebabnya persahabatan sering tumbuh di tempat kerja, pusat kebugaran, komunitas, atau kedai kopi yang rutin dikunjungi. Semakin sering Anda bertemu seseorang, semakin besar rasa nyaman yang terbentuk.

Jika ingin memperluas pertemanan, cobalah memilih satu atau dua aktivitas rutin, seperti mengikuti kelas olahraga, komunitas membaca, kelas memasak, atau kegiatan sosial. Kehadiran yang konsisten akan membuat orang lain lebih mudah mengenali dan mengajak Anda berinteraksi.

2. Berani Memulai Percakapan Kecil

Banyak orang menunggu orang lain yang lebih dulu menyapa. Padahal penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa sebagian besar orang sebenarnya senang diajak berbicara, meski mereka juga merasa gugup untuk memulai.

Anda tidak perlu langsung membahas topik yang berat. Percakapan ringan seperti menanyakan rekomendasi makanan, mengomentari cuaca, atau membahas kegiatan yang sedang diikuti sudah cukup untuk membuka komunikasi.

Percakapan kecil sering dianggap sepele, tetapi justru menjadi pintu masuk menuju hubungan yang lebih dekat.

3. Tunjukkan Ketertarikan yang Tulus

Salah satu prinsip penting dalam membangun hubungan adalah membuat orang lain merasa didengar.

Daripada berusaha tampil menarik sepanjang waktu, cobalah lebih banyak mendengarkan. Ajukan pertanyaan terbuka seperti:

"Apa yang membuatmu tertarik dengan hobi ini?"
"Sudah lama ikut komunitas ini?"
"Bagaimana awalnya bisa bekerja di bidang tersebut?"

Ketika seseorang merasa dihargai dan didengarkan, mereka cenderung memiliki kesan positif terhadap lawan bicara.

Namun ingat, mendengarkan bukan berarti hanya diam. Berikan respons yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan cerita mereka.

4. Jangan Takut Menjadi Diri Sendiri

Sebagian orang berusaha tampil sempurna agar disukai. Ironisnya, psikologi justru menunjukkan bahwa sedikit menunjukkan sisi manusiawi dapat membuat seseorang terasa lebih hangat dan mudah didekati.

Anda tidak perlu berpura-pura memiliki hobi yang sama, menyukai semua hal, atau selalu tampak percaya diri.

Menjadi diri sendiri membantu membangun hubungan yang lebih autentik. Persahabatan yang kuat biasanya terbentuk karena adanya rasa saling menerima, bukan karena berpura-pura menjadi orang lain.

5. Ikut Komunitas yang Sesuai Minat

Persahabatan lebih mudah terbentuk ketika dua orang memiliki kesamaan.

Kesamaan minat membuat percakapan mengalir secara alami dan memberi alasan untuk terus bertemu di kemudian hari.

Misalnya jika Anda menyukai:

fotografi,
olahraga,
membaca buku,
memasak,
mendaki gunung,
bermain gim,
atau kegiatan sukarela.

Bergabunglah dengan komunitas yang sesuai. Selain menambah keterampilan, Anda juga berpeluang bertemu orang-orang yang memiliki nilai dan ketertarikan serupa.

Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai similarity effect, yaitu kecenderungan manusia merasa lebih nyaman dengan orang yang memiliki kesamaan.

6. Berani Mengambil Langkah Lanjutan

Banyak hubungan berhenti hanya sebagai kenalan karena tidak ada yang mengambil langkah berikutnya.

Setelah mengobrol beberapa kali, cobalah mengajak mereka melakukan aktivitas sederhana, misalnya:

minum kopi bersama,
makan siang,
berolahraga,
atau menghadiri acara komunitas berikutnya.

Sebagian besar orang sebenarnya menghargai ajakan yang tulus, meski mereka mungkin tidak selalu bisa langsung menerima karena jadwal yang padat.

Jika ditolak sekali, jangan langsung menganggap mereka tidak menyukai Anda. Bisa jadi mereka memang sedang sibuk.

7. Bersabar karena Persahabatan Butuh Waktu

Kesalahan yang sering dilakukan orang dewasa adalah berharap hubungan bisa cepat menjadi akrab.

Padahal penelitian menunjukkan bahwa persahabatan berkembang secara bertahap melalui waktu yang dihabiskan bersama, pengalaman bersama, dan interaksi yang konsisten.

Tidak semua orang yang Anda temui akan menjadi sahabat dekat. Sebagian hanya akan menjadi kenalan, rekan aktivitas, atau teman sesekali.

Hal tersebut sepenuhnya normal.

Daripada mengejar banyak teman sekaligus, lebih baik fokus membangun hubungan yang berkualitas dengan beberapa orang yang benar-benar cocok.

Mengapa Berteman di Usia Dewasa Penting?

Persahabatan bukan sekadar memiliki seseorang untuk diajak berbicara. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang sehat berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, serta kepuasan hidup yang lebih tinggi.

Teman juga dapat menjadi sumber dukungan ketika menghadapi tantangan pekerjaan, masalah pribadi, maupun perubahan hidup.

Karena itu, meluangkan waktu untuk membangun hubungan baru bukanlah hal yang sia-sia, melainkan investasi bagi kesehatan emosional dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Mendapatkan teman baru di usia dewasa memang membutuhkan usaha yang lebih besar dibandingkan saat masih sekolah. Namun, bukan berarti hal tersebut mustahil.

Dengan sering hadir di lingkungan yang sama, berani memulai percakapan, menunjukkan ketertarikan yang tulus, menjadi diri sendiri, bergabung dengan komunitas sesuai minat, berani mengambil langkah lanjutan, serta bersabar dalam membangun hubungan, peluang untuk memiliki teman baru akan semakin besar.

Pada akhirnya, persahabatan tidak lahir dari keberuntungan semata, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Semakin Anda membuka diri dan memberi ruang bagi orang lain untuk mengenal Anda, semakin besar kemungkinan hubungan yang bermakna akan tumbuh.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore