Ilustrasi, kebiasaan harian yang melatih otak untuk merasakan lebih banyak kebahagiaan. Magnific/ jcomp.
JawaPos.com - Di saat banyak orang berpikir bahwa menjadi bahagia bukanlah takdirnya, Elissa Epel, PhD, profesor dan wakil ketua di Departemen Psikiatri di Universitas California San Francisco justru mengatakan bahwa setiap orang memiliki kendali atas apa yang dilakukan, termasuk yang memberikan perasaan bahagia atau puas.
Lebih lanjut, Epel mengungkapkan bahwa kesadaran tentang bagaimana sesuatu membuat Anda merasa nyaman akan membantu Anda mengembangkan kebiasaan positif yang jika dilakukan secara konsisten dan komitmen, kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat mengubah cara kerja otak Anda untuk menjalani hidup dengan lebih positif serta merasakan lebih banyak kebahagiaan di dalamnya.
Dilansir JawaPos.com dari realsimple pada Jumat (24/7), berikut ini 12 kebiasaan harian yang dapat melatih otak Anda untuk merasakan kebahagiaan dalam hidup.
1. Lakukan 5 Kebaikan Setiap Hari
Tidak perlu besar, cukup pikirkan momen-momen kecil yang membahagiakan orang lain, misalnya membawakan kopi untuk satpam, menelpon kakek, atau sekadar mengirim teks lucu kepada teman.
2. Temukan Humor dalam Hidup
Tahukah, humor meningkatkan neurotransmitter yang membuat perasaan senang sampai mengurangi respon stres fisiologis seseorang.
Jadi, luangkan waktu beberapa menit saja setiap malam untuk menuliskan hal-hal lucu yang Anda dengar, lihat, atau lakukan sepanjang hari dan mengapa hal tersebut lucu. Ini bisa saja kalimat dari acara TV yang Anda tonton.
Menurut penelitian, jika praktik ini dilakukan setiap malam selama seminggu, tingkat depresi Anda akan menurun dan enam bulan kemudian, Anda akan merasa lebih bahagia.
3. Nikmati Alam Setiap Hari
Epel mengatakan, keluar rumah dan melihat pemandangan atau pepohonan hijau di sekitar akan membuka semua indera sehingga Anda bergerak dengan penuh kesadaran.
Jadi, pergilah keluar setiap hari dan biarkan cahaya matahari, suara, aroma, dan biarkan lingkungan sekitar menurunkan stres dan meningkatkan semangat Anda.
4. Ubah Sudut Pandang terhadap Peristiwa Negatif
Sadarilah kalau hal-hal buruk akan terus terjadi. Jadi, akui rasa sakit, ketidaknyamanan, dan kemarahan.
Tapi, setelahnya berusahalah mengubah perspektif dan temukan sisi positif di balik kesulitan yang dihadapi, demikian yang disarankan Epel.
5. Manfaatkan Peristiwa Positif untuk Orang Lain
Ini tentang mendengarkan dan hadir untuk orang-orang terkasih.
Jadi, mintalah dan dengarkan secara aktif cerita tentang apa yang berjalan baik dalam kehidupan orang lain, demikian yang diucapkan Epel.
6. Seringlah Menegaskan Nilai-Nilai Penting Diri Anda
Jika tindakan dan keputusan hidup tidak selaras dengan nilai-nilai pribadi sering kali menimbulkan ketidakbahagiaan. Jadi, sering-seringlah ingatkan diri tentang nilai-nilai penting diri Anda.
Tuliskan paling tidak empat nilai yang menurut Anda paling penting yang disertai uraikan singkat tentangnya.
Buka kembali saat Anda membuat keputusan sulit, maka nilai-nilai tersebut akan mengarahkan Anda kembali menuju kepuasan dan menemukan lebih banyak kebahagiaan dalam hidup.
7. Lepaskan Amarah Melalui Belas Kasih
Wajar memang jika marah saat seseorang menyakiti Anda. Tapi, merenungkan perasaan menyakitkan justru membuat Anda terjebak dalam rasa emosional. Sementara mencoba menyingkirkan perasaan itu hanya membuatnya semakin buruk.
Jadi, lebih baik Anda mengganti emosi negatif itu dengan belas kasih. Ini akan mengembangkan empati tanpa menyangkal fakta bahwa Anda telah disakiti.
8. Kembangkan Rasa Kagum
Berdasarkan penelitian, perasaan kagum dapat mengangkat seseorang dari kekhawatiran sehari-hari dan menghubungkan dengan perasaan bahwa dirinya bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Jadi, ingat kembali saat Anda merasa kagum dan tuliskan secara detail tentangnya. Dengan demikian, Anda mengembangkan perasaan kagum.
9. Bayangkan Menjadi Diri Anda yang Terbaik dalam Hubungan
Pikirkan tentang kehidupan keluarga, romantis, dan sosial yang ideal menurut Anda alih-alih merenungkan rintangan atau kekacauan masa lalu.
Menurut penelitian, mengartikulasikan secara spesifik tentang apa yang Anda inginkan secara optimis dapat memberikan rasa kendali yang lebih besar dan memotivasi Anda mengambil langkah-langkah menuju masa ideal itu.
Jadi, latihlah kebiasaan ini 15 menit setiap hari selama dua minggu.
10. Luangkan Waktu Berbelas Kasih pada Diri Sendiri
Saat Anda mengalami kesulitan atau stres, kritik pada diri sendiri justru menambah rasa sakit.
Jadi, cobalah menggantinya dengan berbelas kasih pada diri sendiri.
Latihan berbelas kasih pada diri sendiri dijabarkan oleh Kristin Neff, profesor madya filsafat pendidikan Universitas Texas:
- Pikirkan situasi sulit atau stres dalam hidup dan bagaimana perasaan Anda karenanya.
- Katakan pada diri sendiri 'Ini adalah penderitaan' atau 'Ini menyakitkan', maka Anda secara sadar mengakui situasi tersebut tanpa menghakiminya.
- Katakan 'Penderitaan adalah bagian dari kehidupan' atau 'Anda tidak sendirian', ini akan mengakui bahwa Anda adalah manusia seperti orang lain dan mengalami situasi menyakitkan ini tidak berarti ada yang salah dengan Anda.
- Letakkan tangan di atas jantung dan ucapkan sesuatu yang menenangkan, misalnya 'Semoga Aku bersikap baik kepada diriku sendiri' atau 'Semoga Aku kuat'.
11. Fokus pada Rasa Syukur
Tulis hal-hal yang Anda syukuri dalam bentuk daftar, baik kecil atau besar dan ucapkan dengan lantang di pagi hari.
Epel mengatakan bahwa rasa syukur adalah penawar stres dan menempatkan Anda pada jalur yang lebih positif di hari itu.
Jadi, pikirkan sesuatu yang Anda syukuri saat Anda bangun di pagi hari.
12. Lakukan Detoks Digital
Saran terakhir, cobalah menjauh dari gawai Anda setidaknya selama setengah jam atau hapus aplikasi yang menghabiskan waktu Anda.
Dengan mengurangi waktu depan layar, Anda akan mendapatkan kembali waktu untuk aktivitas yang benar-benar memuaskan.
Anda dapat hadir sepenuhnya dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara tidak menguntungkan.
Banyak penelitian juga yang menyebutkan bahwa subjek yang melakukan detoks digital memeroleh hasil positif, termasuk meningkatnya perasaan bahagia dan penurunan perasaan cemas serta depresi.***