
foto : Magnific/ pikisuperstar
JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa cinta memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan emosional seorang anak sejak usia dini.
Ketiadaan rasa dicintai secara mendalam dapat memengaruhi perkembangan seseorang hingga memengaruhi kemampuannya menjalin hubungan di masa depan.
Meski demikian, kondisi tersebut bukanlah keadaan permanen dan sering kali justru membentuk pribadi yang tangguh saat dewasa.
Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (24/7), berikut lima sifat tangguh yang biasa berkembang pada orang yang merasa tak dicintai orang tua semasa kecil.
1. Cenderung menjadi people-pleaser
Kebiasaan menyenangkan orang lain sebenarnya wajar dilakukan oleh siapa pun dari waktu ke waktu.
Namun bagi sebagian orang, kebiasaan ini berkembang menjadi kecenderungan yang jauh lebih kuat dan konsisten.
Mereka selalu mendahulukan kebutuhan orang lain dibanding keinginan dan kebutuhan diri sendiri.
Perilaku ini muncul sebagai upaya mencari validasi dan pengakuan dari orang di sekitarnya.
Kebiasaan tersebut sering kali menjadi cara untuk mengisi kekosongan akibat trauma masa kecil yang dialami.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
