Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 22.21 WIB

Jika Seseorang Memperlihatkan 7 Tanda Ini, Dia Benar-Benar Sangat Tangguh Menurut Psikologi

seseorang yang tidak layak dipertahankan dalam hidup / foto: Magnific/marymarkevich

 

JawaPos.com - Di balik sosok yang terlihat tenang dan penuh senyum, sering kali tersembunyi perjalanan hidup yang tidak mudah. Ketangguhan bukan berarti seseorang tidak pernah menangis, tidak pernah gagal, atau selalu tampak kuat di depan orang lain. Justru, menurut psikologi, orang yang benar-benar tangguh adalah mereka yang mampu bangkit setelah mengalami kesulitan, belajar dari pengalaman, dan terus melangkah meskipun menghadapi berbagai tantangan.
 
Dalam dunia psikologi, kemampuan ini dikenal sebagai resilience atau resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan tekanan, menghadapi perubahan, dan pulih dari situasi sulit tanpa kehilangan arah hidupnya. Orang yang memiliki resiliensi tinggi bukanlah manusia yang kebal terhadap rasa sakit, tetapi mereka mampu mengelola emosi, menemukan makna dari pengalaman buruk, dan tetap optimis menghadapi masa depan.

Lalu, apa saja tanda seseorang benar-benar memiliki ketangguhan mental yang tinggi?

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (23/7), terdapat tujuh ciri yang sering ditemukan menurut berbagai penelitian psikologi.

1. Mereka Tidak Mudah Menyerah Saat Menghadapi Kegagalan

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan. Namun, yang membedakan orang tangguh dengan yang mudah menyerah adalah cara mereka memandang kegagalan tersebut.

Alih-alih menganggap kegagalan sebagai akhir dari segalanya, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk belajar. Mereka mau mengevaluasi apa yang salah, memperbaiki strategi, lalu mencoba kembali dengan cara yang lebih baik.

Psikolog Carol Dweck melalui konsep growth mindset menjelaskan bahwa individu yang percaya kemampuan dapat berkembang cenderung lebih mudah bangkit setelah mengalami kegagalan. Mereka tidak menganggap kesalahan sebagai bukti bahwa dirinya tidak mampu, melainkan sebagai proses menuju keberhasilan.

Karena itulah, orang tangguh tidak berhenti hanya karena sekali gagal. Mereka memahami bahwa setiap langkah yang tidak berhasil tetap memberikan pelajaran berharga.

2. Mereka Mampu Mengendalikan Emosi, Bukan Dikendalikan Emosi

Setiap orang pasti pernah marah, sedih, kecewa, atau takut. Perbedaannya terletak pada bagaimana emosi tersebut dikelola.

Orang yang tangguh tidak menekan emosinya, tetapi juga tidak membiarkan emosi mengambil alih keputusan mereka. Saat menghadapi situasi sulit, mereka memberi waktu untuk menenangkan diri sebelum bertindak.

Kemampuan mengatur emosi atau emotional regulation merupakan salah satu indikator penting kesehatan mental. Orang yang mampu mengendalikan emosinya biasanya lebih bijaksana dalam menyelesaikan konflik dan tidak mudah melakukan tindakan impulsif yang akhirnya disesali.

Mereka sadar bahwa emosi bersifat sementara, sedangkan keputusan yang dibuat dalam keadaan emosi bisa membawa dampak jangka panjang.

3. Mereka Berani Menerima Perubahan

Banyak orang merasa tidak nyaman ketika hidup berubah. Padahal, perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Orang tangguh memahami bahwa hidup selalu bergerak. Mereka tidak menghabiskan energi untuk menolak kenyataan, tetapi fokus mencari cara terbaik agar bisa beradaptasi.

Dalam psikologi, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor utama yang membuat seseorang mampu bertahan di tengah tekanan hidup. Semakin fleksibel seseorang menghadapi perubahan, semakin besar peluangnya untuk tetap berkembang.

Mereka tidak selalu menyukai perubahan, tetapi mereka menerima bahwa perubahan adalah bagian dari proses kehidupan.

4. Mereka Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Orang yang tangguh biasanya memiliki alasan mengapa mereka terus bertahan.

Tujuan hidup memberikan arah ketika situasi terasa berat. Saat menghadapi kegagalan atau kehilangan, mereka tetap memiliki sesuatu yang ingin diperjuangkan.

Psikologi positif menjelaskan bahwa memiliki makna hidup (meaning in life) dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis sekaligus memperkuat daya tahan mental seseorang.

Bahkan ketika menghadapi masa-masa paling sulit, tujuan hidup menjadi pengingat bahwa perjuangan yang dijalani tidak sia-sia.

5. Mereka Tidak Takut Meminta Bantuan

Banyak orang mengira bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan. Padahal, psikologi justru menunjukkan hal sebaliknya.

Orang yang benar-benar tangguh memahami bahwa mereka tidak harus menghadapi semua masalah sendirian. Mereka tahu kapan perlu meminta saran, dukungan emosional, atau bantuan profesional.

Memiliki jaringan sosial yang sehat terbukti membantu seseorang pulih lebih cepat dari tekanan psikologis.

Ketangguhan bukan berarti mampu melakukan semuanya sendiri. Ketangguhan juga berarti cukup bijaksana untuk mengakui bahwa setiap manusia memiliki batas.

6. Mereka Mampu Bersyukur Meski Hidup Tidak Sempurna

Orang tangguh bukan berarti hidupnya selalu menyenangkan.

Mereka tetap mengalami masalah, kehilangan, bahkan kekecewaan. Namun, mereka tidak membiarkan hal-hal negatif menghapus kemampuan melihat sisi baik kehidupan.

Penelitian dalam psikologi positif menunjukkan bahwa rasa syukur berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah, kepuasan hidup yang lebih tinggi, serta kesehatan mental yang lebih baik.

Bersyukur bukan berarti mengabaikan masalah, melainkan tetap mampu menghargai hal-hal baik yang masih dimiliki di tengah berbagai tantangan.

7. Mereka Tetap Baik kepada Orang Lain Meskipun Pernah Disakiti

Salah satu tanda ketangguhan yang paling sulit dimiliki adalah kemampuan untuk tidak membiarkan pengalaman buruk mengubah karakter menjadi penuh kebencian.

Orang tangguh belajar dari luka, tetapi tidak membiarkan luka mengendalikan cara mereka memperlakukan orang lain.

Mereka tetap menghargai orang lain, menetapkan batasan yang sehat, dan memilih memaafkan ketika memang sudah siap. Memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan kesalahan, tetapi melepaskan beban emosional agar diri sendiri dapat melanjutkan hidup.

Kemampuan ini menunjukkan kematangan emosional yang tinggi sekaligus menjadi salah satu bentuk resiliensi yang paling kuat.

Ketangguhan Tidak Datang Secara Instan

Penting untuk diingat bahwa ketangguhan bukanlah sifat bawaan yang hanya dimiliki segelintir orang. Resiliensi adalah kemampuan yang dapat dipelajari dan terus dilatih sepanjang hidup.

Setiap pengalaman, baik menyenangkan maupun menyakitkan, dapat menjadi sarana untuk memperkuat mental jika disikapi dengan cara yang tepat. Membangun hubungan yang sehat, menjaga kesehatan fisik, melatih pola pikir positif, serta belajar mengelola emosi merupakan beberapa langkah yang dapat meningkatkan ketangguhan seseorang.

Tidak ada manusia yang selalu kuat setiap saat. Bahkan orang yang paling tangguh pun tetap memiliki momen ketika mereka merasa lelah, kecewa, atau ingin menyerah. Yang membedakan adalah mereka tidak berhenti di titik tersebut. Mereka memilih untuk bangkit, sedikit demi sedikit, hingga akhirnya mampu melanjutkan perjalanan hidup.

Pada akhirnya, ketangguhan bukan diukur dari seberapa sedikit seseorang jatuh, melainkan dari seberapa sering ia mampu berdiri kembali. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan sebagian besar dari tujuh tanda di atas, besar kemungkinan mereka memiliki resiliensi yang tinggi menurut psikologi. Dan itu adalah kualitas yang sangat berharga untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang terus berubah.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore