Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 22.34 WIB

Jika Anda Ingin Hidup Sejahtera di Dunia yang Penuh Masalah, Coba Lakukan 7 Kebiasaan Sederhana Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sejahtera di dunia yang penuh masalah / foto: Magnific/Drazen Zigic

 

JawaPos.com - Hidup tidak pernah benar-benar bebas dari masalah. Ada hari ketika pekerjaan terasa berat, hubungan dengan orang lain mengalami konflik, kondisi keuangan tidak sesuai harapan, atau kesehatan menurun. Masalah datang silih berganti, dan sering kali membuat kita berpikir bahwa kebahagiaan hanya akan hadir ketika semua persoalan selesai.
 
Namun, psikologi modern justru menunjukkan hal yang berbeda. Kesejahteraan hidup atau well-being bukan berarti hidup tanpa masalah. Orang yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi tetap menghadapi tantangan, tetapi mereka memiliki kebiasaan yang membantu menjaga pikiran tetap sehat, emosi lebih stabil, dan mampu bangkit lebih cepat setelah mengalami kesulitan.

Dengan kata lain, kesejahteraan bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (23/7), terdapat tujuh kebiasaan sederhana yang didukung oleh berbagai penelitian psikologi dan dapat membantu Anda menjalani hidup yang lebih tenang di tengah dunia yang penuh tekanan.

1. Latih Rasa Syukur Setiap Hari

Salah satu temuan paling konsisten dalam psikologi positif adalah pentingnya rasa syukur. Orang yang terbiasa mensyukuri hal-hal kecil cenderung memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi, lebih optimis, dan lebih tahan terhadap stres.

Rasa syukur bukan berarti mengabaikan masalah. Sebaliknya, rasa syukur membantu otak melihat bahwa di balik berbagai kesulitan masih ada hal-hal baik yang layak dihargai.

Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang rumit. Luangkan beberapa menit setiap malam untuk menuliskan tiga hal yang patut disyukuri hari itu. Misalnya:

Tubuh masih sehat.
Bertemu teman yang menyenangkan.
Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Kebiasaan sederhana ini melatih otak agar tidak hanya fokus pada kekurangan, tetapi juga pada hal-hal positif yang sering terlewatkan.

2. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial membuat kita mudah melihat pencapaian orang lain. Sayangnya, kita sering membandingkan kehidupan nyata kita dengan versi terbaik kehidupan orang lain.

Menurut psikologi sosial, kebiasaan membandingkan diri secara terus-menerus dapat menurunkan rasa percaya diri, meningkatkan kecemasan, bahkan memicu depresi.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Orang yang tampak sukses di media sosial mungkin juga sedang menghadapi masalah yang tidak pernah mereka tampilkan.

Daripada bertanya, "Mengapa hidup saya tidak seperti mereka?", cobalah bertanya, "Apakah saya menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan diri saya beberapa bulan lalu?"

Fokus pada perkembangan diri sendiri jauh lebih menenangkan daripada terus mengejar standar orang lain.

3. Bangun Hubungan yang Berkualitas

Banyak penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan lebih penting daripada jumlah teman.

Orang yang memiliki hubungan hangat dengan keluarga, pasangan, atau sahabat cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik serta usia yang lebih panjang.

Manusia adalah makhluk sosial. Ketika memiliki tempat untuk berbagi cerita, dukungan emosional, dan merasa diterima, tekanan hidup menjadi lebih mudah dihadapi.

Mulailah dari hal sederhana:

Menelepon orang tua.
Menghabiskan waktu bersama pasangan tanpa gangguan ponsel.
Mendengarkan teman tanpa menghakimi.

Hubungan yang sehat adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan psikologis.

4. Rawat Tubuh agar Pikiran Ikut Sehat

Psikologi tidak hanya berbicara tentang pikiran, tetapi juga hubungan erat antara tubuh dan kesehatan mental.

Kurang tidur, jarang bergerak, dan pola makan yang buruk dapat meningkatkan stres serta membuat emosi lebih sulit dikendalikan.

Sebaliknya, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 20–30 menit mampu meningkatkan produksi endorfin dan serotonin yang berperan dalam menciptakan suasana hati yang lebih baik.

Tidak harus langsung berolahraga berat. Mulailah dengan:

Tidur yang cukup.
Minum air putih yang cukup.
Berjalan kaki setiap hari.
Mengurangi konsumsi makanan ultra-proses.

Tubuh yang lebih sehat membantu pikiran menjadi lebih jernih.

5. Belajar Menerima Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Salah satu sumber stres terbesar adalah keinginan mengendalikan segala sesuatu.

Kita ingin semua orang menyukai kita, pekerjaan selalu berjalan sesuai rencana, dan masa depan bebas dari ketidakpastian. Sayangnya, hidup tidak bekerja seperti itu.

Dalam psikologi, kemampuan menerima kenyataan dikenal sebagai bentuk psychological acceptance. Orang yang mampu menerima hal-hal di luar kendalinya justru lebih mudah mengambil tindakan pada hal-hal yang memang bisa mereka ubah.

Tanyakan pada diri sendiri:

Apakah ini berada dalam kendali saya?
Jika tidak, apa yang bisa saya lakukan sekarang?

Fokus pada tindakan yang bisa dilakukan jauh lebih produktif daripada menghabiskan energi untuk mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat diubah.

6. Berlatih Hidup Sadar (Mindfulness)

Mindfulness berarti hadir sepenuhnya pada saat ini tanpa terus-menerus terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kecemasan tentang masa depan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa mindfulness mampu membantu mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Anda tidak harus bermeditasi selama satu jam.

Cobalah latihan sederhana:

Tarik napas perlahan.
Rasakan udara masuk dan keluar.
Fokus pada suara di sekitar.
Perhatikan sensasi tubuh selama satu hingga lima menit.

Latihan singkat yang dilakukan setiap hari dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang ketika menghadapi tekanan hidup.

7. Temukan Makna dalam Apa yang Anda Lakukan

Psikolog Viktor Frankl pernah mengatakan bahwa manusia mampu bertahan menghadapi hampir semua situasi jika memiliki alasan untuk terus hidup.

Makna hidup tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar.

Makna bisa ditemukan dalam:

Membesarkan anak dengan penuh kasih.
Membantu orang lain.
Menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.
Terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Ketika hidup memiliki tujuan, masalah tidak lagi terasa sebagai akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan menuju sesuatu yang lebih bermakna.

Mengapa Kebiasaan Kecil Lebih Efektif daripada Perubahan Besar?

Banyak orang ingin mengubah hidup secara drastis dalam semalam. Padahal psikologi perilaku menunjukkan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih mungkin bertahan dalam jangka panjang.

Misalnya, berjalan kaki selama 20 menit setiap hari lebih realistis daripada memaksakan olahraga dua jam yang akhirnya berhenti setelah seminggu. Menulis tiga hal yang disyukuri setiap malam juga lebih mudah dipertahankan daripada menunggu momen sempurna untuk merasa bahagia.

Seiring waktu, kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut membentuk pola pikir yang lebih sehat, meningkatkan ketahanan mental, dan membuat seseorang lebih siap menghadapi berbagai tantangan hidup.

Penutup

Dunia akan selalu dipenuhi ketidakpastian, tekanan, dan berbagai masalah. Kita mungkin tidak bisa mengendalikan semua yang terjadi, tetapi kita bisa memilih bagaimana meresponsnya.

Dengan membiasakan diri untuk bersyukur, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, menjaga hubungan yang sehat, merawat tubuh, menerima hal-hal di luar kendali, melatih mindfulness, dan menemukan makna dalam kehidupan, Anda sedang membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kuat.

Ingat, hidup yang sejahtera bukanlah hidup tanpa masalah. Hidup yang sejahtera adalah ketika kita memiliki kemampuan untuk tetap tumbuh, tetap tenang, dan tetap menemukan harapan meski tantangan terus datang.

Karena pada akhirnya, kebahagiaan bukan berasal dari dunia yang sempurna, melainkan dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang kita pilih untuk dilakukan setiap hari.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore