Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 04.34 WIB

Jika Anda Memberikan Waktu Screen Time yang Sesuai bagi Anak, Mereka Akan Tumbuh dengan 8 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memberikan screen time kepada anaknya / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection

 

JawaPos.com - Di era digital, hampir mustahil memisahkan anak dari layar. Smartphone, tablet, televisi, hingga komputer telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi banyak orang tua, screen time sering dianggap sebagai ancaman yang harus dihindari. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa masalah utamanya bukanlah keberadaan layar, melainkan bagaimana layar tersebut digunakan.
 
Berbagai penelitian menemukan bahwa screen time yang diberikan secara bijaksana, dengan durasi yang sesuai usia, konten yang berkualitas, serta didampingi orang tua, justru dapat mendukung perkembangan anak. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan lebih berisiko menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kesulitan berkonsentrasi hingga gangguan emosional.

Anak-anak yang mendapatkan keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas di dunia nyata cenderung mengembangkan karakter yang lebih sehat.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (19/7), terdapat delapan kepribadian yang berpotensi tumbuh ketika screen time diberikan secara tepat menurut perspektif psikologi.

1. Memiliki Kemampuan Mengendalikan Diri

Salah satu keterampilan paling penting yang berkembang adalah self-control atau pengendalian diri.

Ketika orang tua menerapkan aturan yang konsisten, misalnya hanya satu hingga dua jam screen time setiap hari sesuai usia dan kebutuhan, anak belajar bahwa setiap aktivitas memiliki batas. Mereka memahami bahwa kesenangan tidak harus berlangsung terus-menerus.

Kemampuan ini nantinya membantu anak dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari belajar, mengatur emosi, hingga menghindari perilaku impulsif ketika dewasa.

2. Lebih Mudah Berkonsentrasi

Paparan layar yang terlalu lama dapat membuat otak terbiasa menerima stimulasi yang sangat cepat. Akibatnya, anak menjadi sulit fokus pada aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih lama, seperti membaca buku atau mengerjakan tugas sekolah.

Sebaliknya, screen time yang seimbang memberikan ruang bagi otak untuk berlatih fokus pada berbagai jenis aktivitas. Anak akan lebih mampu mempertahankan perhatian dalam waktu yang lebih panjang dan tidak mudah terdistraksi.

Kemampuan konsentrasi yang baik merupakan salah satu prediktor penting keberhasilan akademik maupun kehidupan sosial.

3. Lebih Kreatif

Banyak orang menganggap layar selalu menghambat kreativitas. Padahal, hal ini sangat bergantung pada jenis konten yang dikonsumsi.

Ketika screen time diisi dengan aktivitas edukatif seperti menggambar digital, membuat musik sederhana, belajar coding, atau menonton video pembelajaran yang inspiratif, anak justru memperoleh ide-ide baru.

Namun, kreativitas berkembang paling baik ketika aktivitas digital diimbangi dengan permainan bebas, membaca buku, menggambar di atas kertas, bermain balok, atau menjelajah alam.

Keseimbangan inilah yang membantu imajinasi anak berkembang secara optimal.

4. Lebih Mampu Mengelola Emosi

Psikologi perkembangan menjelaskan bahwa anak membutuhkan banyak pengalaman nyata untuk mengenali dan mengatur emosinya.

Jika layar digunakan sebagai satu-satunya cara menenangkan anak setiap kali menangis atau marah, mereka berisiko bergantung pada distraksi digital untuk mengatasi emosi.

Sebaliknya, screen time yang dibatasi mendorong anak belajar menghadapi rasa bosan, kecewa, maupun frustrasi melalui komunikasi dengan orang tua, bermain, atau aktivitas lainnya.

Lama-kelamaan, mereka menjadi pribadi yang lebih matang secara emosional.

5. Memiliki Kemampuan Sosial yang Lebih Baik

Interaksi tatap muka masih menjadi cara terbaik bagi anak untuk mempelajari empati, kerja sama, komunikasi, dan memahami ekspresi orang lain.

Saat screen time diberikan secara proporsional, anak memiliki lebih banyak kesempatan bermain bersama teman, berbicara dengan keluarga, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Psikolog menyebut pengalaman-pengalaman nyata ini sebagai fondasi penting bagi perkembangan kecerdasan emosional.

6. Lebih Mandiri

Aturan screen time yang konsisten membantu anak memahami tanggung jawab.

Misalnya, mereka mengetahui bahwa waktu bermain gadget hanya boleh dilakukan setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, belajar, atau membantu orang tua.

Kebiasaan seperti ini mengajarkan bahwa hiburan merupakan bentuk penghargaan setelah menyelesaikan kewajiban, bukan prioritas utama.

Dalam jangka panjang, anak akan lebih mandiri dalam mengatur aktivitasnya sendiri.

7. Memiliki Pola Tidur yang Lebih Sehat

Paparan cahaya biru dari layar menjelang waktu tidur dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Ketika screen time dihentikan setidaknya satu jam sebelum tidur, kualitas istirahat anak biasanya menjadi lebih baik.

Tidur yang cukup sangat penting karena berpengaruh terhadap perkembangan otak, daya ingat, kemampuan belajar, serta kestabilan suasana hati.

Anak yang tidur cukup umumnya juga lebih ceria dan mampu mengendalikan emosinya dengan lebih baik.

8. Tumbuh Menjadi Pribadi yang Seimbang

Mungkin inilah manfaat terbesar dari screen time yang sehat.

Anak belajar bahwa teknologi hanyalah salah satu bagian dari kehidupan, bukan pusat dari seluruh aktivitasnya.

Mereka tetap menikmati membaca buku, berolahraga, bermain di luar rumah, berbicara dengan keluarga, mengeksplorasi hobi, sekaligus memanfaatkan teknologi untuk belajar dan berkarya.

Kepribadian yang seimbang seperti ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia yang semakin digital.

Peran Orang Tua Tetap Menjadi Kunci

Psikologi menekankan bahwa kualitas pendampingan orang tua jauh lebih penting daripada sekadar menghitung jumlah jam screen time.

Orang tua dapat membantu dengan beberapa langkah sederhana:

Menentukan batas waktu penggunaan gadget sesuai usia anak.
Memilih konten yang edukatif dan sesuai tahap perkembangan.
Mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital jika memungkinkan.
Menjadi teladan dengan tidak terus-menerus memainkan ponsel di depan anak.
Menyediakan banyak aktivitas alternatif seperti membaca, olahraga, permainan kreatif, dan kegiatan bersama keluarga.

Dengan cara ini, teknologi dapat menjadi alat yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan menghambatnya.

Kesimpulan

Screen time bukanlah musuh yang harus dihilangkan sepenuhnya dari kehidupan anak. Yang jauh lebih penting adalah menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan aktivitas di dunia nyata.

Ketika screen time diberikan secara tepat, disesuaikan dengan usia, berkualitas, dan disertai pendampingan orang tua, anak berpeluang tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri, fokus, kreatif, cerdas secara emosional, memiliki keterampilan sosial yang baik, mandiri, memiliki pola tidur sehat, serta berkembang menjadi individu yang seimbang.

Pada akhirnya, bukan seberapa lama anak menatap layar yang paling menentukan masa depannya, melainkan bagaimana orang tua membimbing mereka menggunakan teknologi dengan bijak.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore