Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 04.09 WIB

5 Alasan Psikologis Orang Memilih Diam dan Menjauh Saat Terluka: Bukan Soal Mati Rasa dan Tak Peduli, Simak!

Ilustrasi seseorang yang memilih diam dan menjauh saat terluka / Foto: (Magnific/wirestock) - Image

Ilustrasi seseorang yang memilih diam dan menjauh saat terluka / Foto: (Magnific/wirestock)

JawaPos.com — Ada kalanya seseorang yang biasanya dekat dengan Anda tiba-tiba menjadi pendiam setelah tersakiti. Mereka tidak marah, tidak memperdebatkan masalah, bahkan terlihat baik-baik saja. Namun, perlahan mereka mulai menjauh tanpa banyak penjelasan.

Bagi sebagian orang, diam bukan tanda tidak peduli atau kehilangan perasaan. Justru sebaliknya, sikap menarik diri sering menjadi cara seseorang melindungi diri ketika rasa sakit terasa terlalu sulit untuk diungkapkan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa respons emosional manusia tidak selalu berbentuk tangisan atau konfrontasi. Ada orang yang memilih memendam, mengurangi komunikasi, dan memproses luka sendirian karena merasa berbicara hanya akan membuat mereka semakin terluka.

Orang yang memilih diam ketika terluka sering kali memiliki pola psikologis yang terbentuk dari pengalaman masa lalu, terutama ketika mereka pernah merasa tidak didengar atau tidak aman saat mengungkapkan emosi.

Dilansir dari YouTube Psychology Simplified, Rabu (15/7), berikut lima alasan psikologis mengapa mereka cenderung hanya diam dan tak membela diri saat merasa terluka:

1. Diam Bisa Menjadi Cara Otak Melindungi Diri dari Rasa Sakit

Orang yang menghilang saat terluka bukan selalu berarti mereka tidak ingin memperbaiki hubungan. Dalam banyak kasus, diam menjadi mekanisme perlindungan diri karena mereka merasa berbicara terlalu berisiko.

Jika seseorang tumbuh dalam lingkungan yang membuat ekspresi emosi sering diabaikan atau dianggap berlebihan, mereka dapat belajar bahwa menunjukkan rasa sakit bukanlah sesuatu yang aman. Akibatnya, mereka mulai terbiasa menyimpan perasaan daripada meminta bantuan.

Pola ini kemudian terbawa hingga dewasa. Ketika mengalami konflik dengan pasangan, teman, atau rekan kerja, mereka cenderung menarik diri dibandingkan menyampaikan kekecewaan secara langsung.

Bagi orang lain, sikap tersebut mungkin terlihat dingin. Namun, bagi mereka, diam adalah cara untuk menjaga diri agar tidak kembali mengalami penolakan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore