
seseorang yang hidup untuk saat ini saja./Magnific/freepik
JawaPos.com - Di era modern, kita sering mendengar nasihat seperti, "Nikmati momen sekarang," atau "Jangan terlalu memikirkan masa lalu maupun masa depan."
Konsep ini dikenal sebagai living in the present atau hidup di saat ini. Berbagai buku pengembangan diri, seminar motivasi, hingga praktik mindfulness mengajarkan bahwa kebahagiaan datang ketika seseorang mampu fokus pada apa yang sedang terjadi saat ini.
Memang, hidup di masa kini memiliki banyak manfaat. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi stres, kecemasan, dan membantu seseorang lebih menikmati kehidupannya.
Namun, muncul kesalahpahaman ketika konsep ini dipahami secara ekstrem, seolah-olah masa lalu dan masa depan sama sekali tidak penting.
Padahal, manusia bukan hanya makhluk yang hidup di "sekarang". Otak kita dirancang untuk belajar dari pengalaman dan merencanakan masa depan. Jika hanya berfokus pada saat ini tanpa mempertimbangkan dua dimensi waktu lainnya, justru banyak aspek kehidupan yang bisa terabaikan.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (14/7), terdapat tujuh alasan mengapa hidup di saat ini saja tidak cukup menurut sudut pandang psikologi.
1. Masa Lalu Adalah Sumber Pelajaran Berharga
Setiap pengalaman yang kita alami, baik menyenangkan maupun menyakitkan, menyimpan informasi penting. Otak menggunakan ingatan untuk membantu kita mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan.
Misalnya, seseorang yang pernah tertipu dalam investasi akan lebih berhati-hati sebelum mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Pengalaman buruk tersebut bukan untuk terus disesali, melainkan dijadikan pelajaran.
Mengabaikan masa lalu sama saja dengan membuang kesempatan belajar. Psikologi menyebut proses ini sebagai experiential learning, yaitu pembelajaran melalui pengalaman nyata.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
