Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 03.00 WIB

Bukan Introvert atau Ekstrovert Sepenuhnya, Ini 8 Tanda Anda Seorang Ambivert

Ilustrasi kepribadian ambivert: antara introvert dan ekstrovert (freepik/tirachardz) - Image

Ilustrasi kepribadian ambivert: antara introvert dan ekstrovert (freepik/tirachardz)

JawaPos.com - Kepribadian seseorang tidak selalu terbagi hanya menjadi introvert atau ekstrovert. Ada kelompok yang memiliki perpaduan karakter dari keduanya, yaitu ambivert. Mereka dapat menikmati interaksi sosial dan suasana ramai, tetapi di sisi lain juga membutuhkan waktu untuk menyendiri dan mengisi kembali energi pribadi.

Ambivert memiliki cara yang unik dalam menyeimbangkan kebutuhan bersosialisasi dengan kenyamanan saat berada dalam ruang pribadi. Mereka bisa tampil terbuka dalam situasi tertentu, namun tetap menghargai momen tenang tanpa banyak interaksi.

Dilansir dari laman Geediting.com, berikut delapan ciri kepribadian ambivert yang merupakan perpaduan antara sifat introvert dan ekstrovert.

1. Mereka suka bersosialisasi, sampai pada titik tertentu

Ambivert berkembang dalam situasi sosial. Bertemu teman, menghadiri pesta, itu semua bagian dari pesona mereka. Namun, tidak seperti ekstrovert, energi sosial mereka tidak bertahan selamanya.

Setelah beberapa saat, mereka perlu beristirahat dan mengisi ulang energi dalam kesendirian. Ini adalah keseimbangan yang rumit.

Mereka seperti social butterfly yang terkadang perlu kembali ke kepompong mereka. Kemampuan untuk beralih antara menjadi orang yang terbuka dan introspektif inilah yang membuat mereka unik.

2. Mereka seperti bunglon yang mudah beradaptasi

Salah satu keuntungan menjadi seorang ambivert adalah kemampuan beradaptasi. Mereka dapat menyesuaikan diri dengan nyaman dalam berbagai lingkungan sosial, berkat sisi ekstrovert dan introvert mereka.

Seorang ambivert dapat dengan mudah beralih antara menjadi pusat perhatian dan penyendiri tergantung pada situasinya. Ini adalah bagian dari kekuatan super ambivert mereka.

3. Mereka menikmati percakapan yang mendalam

Seperti halnya kaum introvert, kaum ambivert sering kali menganggap obrolan ringan itu membosankan. Mereka lebih suka menyelami diskusi yang bermakna dan menggugah pikiran.

Tahukah Anda bahwa preferensi ini didukung oleh sains? Penelitian menunjukkan bahwa terlibat dalam percakapan yang mendalam dan substantif dikaitkan dengan peningkatan kebahagiaan dan kesejahteraan.

4. Mereka butuh waktu sendiri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore