seseorang yang membiarkan baterai ponselnya habis / foto: Magnific/wavebreakmedia_micro
Sekilas ini tampak sepele dan hanya soal lupa atau malas. Tapi dalam perspektif psikologi perilaku, kebiasaan kecil sering kali bisa berkaitan dengan pola pikir, gaya hidup, dan cara seseorang mengelola prioritas.
Tentu saja, ini bukan “tes kepribadian resmi”. Namun dari sudut pandang psikologi populer, ada beberapa kecenderungan sifat yang sering muncul pada orang dengan kebiasaan ini.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (5/7), terdapat delapan di antaranya.
1. Cenderung hidup di “mode sekarang”
Orang yang sering membiarkan baterai ponsel habis biasanya lebih fokus pada apa yang sedang terjadi saat ini daripada memikirkan masa depan yang jauh.
Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan present-oriented mindset—lebih responsif terhadap kebutuhan saat ini dibanding perencanaan jangka panjang.
Bukan berarti tidak bisa merencanakan, tetapi prioritasnya sering bergeser ke hal yang terasa lebih mendesak atau menarik saat itu juga.
2. Kurang sensitif terhadap tanda-tanda kecil
Baterai ponsel tidak langsung habis; biasanya ada banyak peringatan: 20%, 10%, mode hemat daya. Namun sebagian orang tetap menunda pengisian sampai benar-benar mati.
Ini bisa mencerminkan kecenderungan untuk kurang responsif terhadap sinyal kecil dalam kehidupan sehari-hari—bukan hanya soal ponsel, tetapi juga hal seperti waktu, kelelahan, atau deadline.
3. Fleksibel dan adaptif dalam tekanan
Menariknya, kebiasaan ini juga bisa menunjukkan sisi positif: kemampuan beradaptasi saat kondisi “darurat”.
Ketika ponsel mati, orang tersebut biasanya langsung mencari solusi cepat: charger, power bank, atau colokan terdekat. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam menghadapi situasi tak terduga.
4. Cenderung “low maintenance” dalam banyak hal
Dalam banyak kasus, orang yang tidak terlalu peduli dengan baterai ponselnya juga tidak terlalu rewel dalam hal-hal kecil lainnya.
Mereka bisa lebih santai terhadap detail, tidak terlalu perfeksionis, dan tidak mudah terganggu oleh hal-hal kecil yang dianggap tidak krusial.
5. Mengutamakan kenyamanan daripada disiplin kecil
Mengisi baterai sebelum habis adalah bentuk disiplin kecil. Orang yang sering mengabaikannya mungkin lebih memilih kenyamanan jangka pendek—misalnya terus memakai ponsel sampai benar-benar mati—daripada melakukan rutinitas pencegahan.
Ini sering terlihat pada kebiasaan lain juga, seperti menunda merapikan barang atau menunda pekerjaan kecil.
6. Punya fokus tinggi pada aktivitas saat ini
Salah satu alasan paling sederhana baterai sering habis adalah karena orang terlalu fokus pada apa yang sedang dilakukan: bermain game, bekerja, menonton, atau bersosial media.
Ini bisa menunjukkan deep engagement—kemampuan tenggelam dalam aktivitas tanpa mudah terdistraksi oleh hal lain, termasuk indikator baterai.
7. Cenderung menunda hal-hal kecil
Dalam psikologi perilaku, kebiasaan kecil seperti mengisi baterai sering berkaitan dengan kecenderungan micro-procrastination—menunda tugas kecil karena dianggap tidak mendesak.
Masalahnya, penundaan kecil ini bisa menumpuk dan akhirnya menyebabkan situasi “darurat” yang sebenarnya bisa dihindari.
8. Lebih spontan daripada terstruktur
Orang dengan kebiasaan ini sering lebih mengandalkan spontanitas dibanding rutinitas ketat.
Mereka tidak selalu mengikuti jadwal “isi baterai jam sekian”, tetapi lebih ke “isi kalau sudah perlu”. Pola ini biasanya juga muncul dalam gaya hidup lain, seperti jadwal tidur, makan, atau pekerjaan.
Jadi, apakah ini benar-benar “kepribadian”?
Tidak sesederhana itu.
Psikologi modern tidak menganggap kebiasaan seperti ini sebagai indikator pasti kepribadian. Lebih tepatnya, ini adalah refleksi kecil dari cara seseorang mengelola perhatian, waktu, dan prioritas.
Seseorang bisa saja sering membiarkan baterai habis karena:
sibuk
lupa
tidak peduli
atau sekadar tidak ingin repot
Dan semuanya bisa benar tanpa harus diberi label kepribadian tertentu.
Kesimpulan
Kebiasaan kecil seperti membiarkan baterai ponsel habis bisa menjadi “jendela kecil” untuk melihat pola perilaku seseorang—mulai dari spontanitas, fokus pada saat ini, hingga cara mengelola hal-hal kecil dalam hidup.
Namun yang paling penting bukanlah “sifat apa yang Anda miliki”, melainkan apakah kebiasaan itu membantu atau justru mengganggu keseharian Anda.
Kalau sudah sering membuat Anda kehilangan momen penting atau merasa repot sendiri, mungkin saatnya mempertimbangkan kebiasaan baru: mengisi daya sebelum benar-benar habis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022