Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 22.58 WIB

Jika Anda Telah Mencapai Salah Satu dari 7 Hal Ini dalam Hidup, Anda Sukses daripada Orang Rata-Rata Menurut Psikologi

seseorang yang lebih sukses daripada kebanyakan orang / foto: Magnific/garetsvisual

 

JawaPos.com - Ketika mendengar kata "sukses", banyak orang langsung membayangkan rumah mewah, mobil mahal, jabatan tinggi, atau rekening bank yang terus bertambah. Padahal, psikologi modern menunjukkan bahwa kesuksesan jauh lebih kompleks daripada sekadar pencapaian finansial.

Bahkan, berbagai penelitian dalam bidang psikologi positif menemukan bahwa kebahagiaan jangka panjang dan kepuasan hidup lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas hubungan, kesehatan mental, kemampuan mengatasi tantangan, hingga rasa memiliki tujuan hidup.

Artinya, seseorang bisa saja belum menjadi miliarder, tetapi sudah jauh lebih sukses dibandingkan rata-rata orang karena memiliki fondasi kehidupan yang sehat dan bermakna.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (3/7), jika Anda telah mencapai salah satu dari tujuh hal berikut, kemungkinan besar Anda sudah berada di jalur kesuksesan yang sesungguhnya.

1. Anda Mampu Bangkit Setelah Mengalami Kegagalan

Tidak ada orang sukses yang tidak pernah gagal.

Yang membedakan orang sukses dengan kebanyakan orang bukanlah jumlah kegagalannya, melainkan bagaimana mereka merespons kegagalan tersebut.

Dalam psikologi, kemampuan ini dikenal sebagai resilience atau daya lenting.

Orang yang resilien tidak membiarkan kegagalan mendefinisikan siapa dirinya. Mereka belajar dari kesalahan, memperbaiki strategi, lalu mencoba kembali dengan pengalaman yang lebih matang.

Jika Anda pernah kehilangan pekerjaan, mengalami bisnis yang gagal, putus hubungan, atau menghadapi berbagai kesulitan hidup tetapi tetap mampu bangkit, itu merupakan pencapaian besar.

Kemampuan untuk terus melangkah adalah bentuk kesuksesan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.

2. Anda Memiliki Hubungan yang Sehat dengan Orang-Orang Terdekat

Salah satu penelitian paling terkenal dari Universitas Harvard yang berlangsung selama lebih dari 80 tahun menunjukkan bahwa kualitas hubungan adalah prediktor terbesar kebahagiaan dan kesehatan di usia tua.

Bukan jumlah teman yang menentukan kualitas hidup, melainkan keberadaan orang-orang yang benar-benar peduli dan bisa dipercaya.

Jika Anda memiliki pasangan yang saling mendukung, keluarga yang hangat, atau beberapa sahabat yang selalu ada saat dibutuhkan, Anda telah memiliki sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Hubungan yang sehat juga membantu menurunkan stres, meningkatkan kesehatan mental, serta membuat seseorang lebih optimis dalam menghadapi tantangan hidup.

3. Anda Tidak Lagi Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial membuat kita sangat mudah membandingkan kehidupan sendiri dengan pencapaian orang lain.

Sayangnya, kebiasaan ini sering memicu rasa tidak puas, rendah diri, bahkan kecemasan.

Psikologi menyebut fenomena ini sebagai social comparison.

Orang yang benar-benar berkembang mulai menyadari bahwa setiap orang memiliki waktu, latar belakang, dan perjalanan hidup yang berbeda.

Mereka lebih fokus menjadi versi yang lebih baik dari dirinya kemarin dibandingkan berusaha mengalahkan orang lain.

Jika Anda sudah mampu merasa bahagia atas pencapaian orang lain tanpa merasa diri sendiri gagal, itu merupakan tanda kematangan emosional yang luar biasa.

4. Anda Mampu Mengendalikan Emosi dalam Situasi Sulit

Kesuksesan tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual.

Psikolog telah lama menemukan bahwa kecerdasan emosional (emotional intelligence) memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan seseorang, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi.

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi mampu:

Mengendalikan amarah.
Tidak mudah panik.
Mendengarkan sebelum bereaksi.
Berempati kepada orang lain.
Menyelesaikan konflik dengan tenang.

Jika Anda sudah tidak mudah tersulut emosi dan mampu berpikir jernih ketika menghadapi masalah, itu menunjukkan perkembangan psikologis yang sangat positif.

5. Anda Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas

Psikologi menemukan bahwa manusia membutuhkan rasa memiliki makna dalam hidup.

Orang yang memiliki tujuan hidup cenderung:

Lebih termotivasi.
Lebih sehat secara mental.
Lebih tahan menghadapi tekanan.
Lebih bahagia dalam jangka panjang.

Tujuan hidup tidak harus selalu besar.

Bisa berupa membesarkan anak dengan baik, membantu masyarakat, membangun usaha kecil, menulis buku, atau menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.

Yang terpenting adalah Anda mengetahui alasan mengapa Anda bangun setiap pagi.

Itulah yang membuat hidup terasa bermakna.

6. Anda Sudah Berdamai dengan Masa Lalu

Semua orang memiliki luka.

Ada yang pernah gagal dalam pendidikan.

Ada yang kehilangan orang tercinta.

Ada pula yang mengalami pengkhianatan atau penyesalan yang mendalam.

Namun, kesuksesan psikologis terjadi ketika seseorang tidak lagi membiarkan masa lalu mengendalikan masa depannya.

Memaafkan bukan berarti melupakan.

Berdamai bukan berarti menganggap semua yang terjadi adalah hal yang benar.

Melainkan menerima bahwa masa lalu tidak bisa diubah, lalu memilih menggunakan pengalaman tersebut sebagai pelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Jika Anda sudah mampu melihat masa lalu tanpa terus-menerus dipenuhi rasa marah atau penyesalan, Anda telah menempuh perjalanan emosional yang luar biasa.

7. Anda Merasa Cukup, Meskipun Masih Terus Berkembang

Banyak orang berpikir bahwa mereka akan bahagia setelah mencapai target tertentu.

Sayangnya, ketika target itu tercapai, muncul target baru.

Siklus ini dapat membuat seseorang terus merasa kurang.

Psikologi menyebut kecenderungan ini sebagai hedonic adaptation, yaitu kemampuan manusia untuk cepat terbiasa dengan pencapaian baru sehingga kebahagiaannya kembali ke tingkat semula.

Orang yang benar-benar sukses mampu menyeimbangkan dua hal:

Tetap memiliki ambisi untuk berkembang.
Tetap bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.

Mereka menikmati proses tanpa kehilangan rasa syukur.

Perasaan cukup bukan berarti berhenti bermimpi.

Sebaliknya, itu berarti Anda tidak menggantungkan seluruh kebahagiaan pada pencapaian berikutnya.

Mengapa Definisi Kesuksesan Perlu Diubah?

Masyarakat sering kali mengukur seseorang berdasarkan apa yang tampak di permukaan.

Padahal, banyak orang yang terlihat berhasil justru mengalami stres berat, kesepian, atau kehilangan makna hidup.

Sebaliknya, ada orang-orang yang hidup sederhana tetapi memiliki kesehatan mental yang baik, hubungan yang hangat, dan kehidupan yang penuh rasa syukur.

Dalam jangka panjang, faktor-faktor inilah yang lebih berkontribusi terhadap kebahagiaan dibandingkan sekadar kekayaan materi.

Karena itu, penting untuk mengevaluasi kembali cara kita mendefinisikan kesuksesan.

Bisa jadi, selama ini Anda terlalu keras pada diri sendiri hanya karena belum mencapai standar yang ditentukan orang lain.

Penutup

Kesuksesan sejati bukan hanya soal berapa banyak uang yang Anda hasilkan atau seberapa tinggi jabatan yang Anda miliki. Dari sudut pandang psikologi, kesuksesan juga tercermin dari kemampuan untuk bangkit setelah gagal, membangun hubungan yang sehat, mengelola emosi, menemukan tujuan hidup, berdamai dengan masa lalu, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, serta mensyukuri apa yang telah dimiliki sambil terus bertumbuh.

Jika Anda telah mencapai salah satu saja dari tujuh hal tersebut, jangan meremehkan pencapaian itu. Anda mungkin sudah lebih sukses daripada yang selama ini Anda bayangkan. Pada akhirnya, kehidupan yang benar-benar berhasil bukanlah tentang terlihat hebat di mata orang lain, melainkan tentang hidup dengan damai, bermakna, dan terus berkembang menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore