Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Juli 2026 | 20.18 WIB

Jika Anda Ingin Orang Lain Menganggap Serius, Berhentilah Mengucapkan 8 Frasa Umum Ini Menurut Psikologi

seseorang yang selalu dianggap serius oleh orang lain / foto: Magnific/katemangostar

 

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa sudah menjelaskan sesuatu dengan baik, memberikan pendapat yang masuk akal, atau menyampaikan ide yang penting, tetapi orang lain tetap tidak benar-benar memperhatikan Anda? Bisa jadi masalahnya bukan pada isi pikiran Anda, melainkan pada cara Anda menyampaikannya.
 
Dalam psikologi komunikasi, kata-kata yang kita pilih dapat memengaruhi bagaimana orang lain menilai kepercayaan diri, kompetensi, dan kredibilitas kita. Terkadang, tanpa sadar kita menggunakan beberapa frasa yang terdengar sederhana dan sopan, tetapi justru dapat membuat orang lain meragukan keyakinan kita.

Ini bukan berarti Anda harus berbicara kasar, terlalu tegas, atau menghilangkan sikap rendah hati. Namun, jika ingin lebih dihargai dalam percakapan profesional, hubungan sosial, atau kehidupan sehari-hari, ada beberapa kebiasaan bahasa yang perlu diperhatikan.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (2/7), terdapat 8 frasa umum yang menurut sudut pandang psikologi komunikasi dapat membuat Anda terlihat kurang yakin — dan apa yang bisa Anda katakan sebagai gantinya.

1. “Maaf mengganggu, tapi…”

Banyak orang menggunakan kalimat ini karena ingin terlihat sopan. Namun, sering kali kalimat tersebut secara tidak sadar menempatkan diri Anda dalam posisi yang lebih rendah sebelum percakapan bahkan dimulai.

Ketika Anda berkata:

“Maaf mengganggu, tapi saya ingin menyampaikan sesuatu…”

Anda sebenarnya memberi sinyal bahwa kehadiran atau pendapat Anda adalah sebuah gangguan.

Menurut psikologi sosial, cara seseorang memperkenalkan dirinya dalam interaksi dapat memengaruhi bagaimana orang lain meresponsnya. Jika Anda membuka percakapan dengan permintaan maaf yang tidak diperlukan, orang lain bisa menangkap kesan bahwa Anda kurang yakin dengan nilai dari apa yang ingin Anda katakan.

Coba ubah menjadi:

“Saya ingin menyampaikan satu hal penting.”

atau:

“Saya punya pendapat mengenai hal ini.”

Tetap sopan, tetapi menunjukkan bahwa Anda percaya diri.

2. “Saya mungkin salah, tapi…”

Kerendahan hati adalah kualitas yang baik. Namun, terlalu sering meragukan diri sendiri sebelum menyampaikan ide dapat membuat orang lain lebih fokus pada keraguan Anda daripada isi pendapat Anda.

Contohnya:

“Saya mungkin salah, tapi menurut saya strategi ini kurang efektif.”

Kalimat tersebut membuat pendengar sudah diberi alasan untuk menganggap pendapat Anda kurang kuat.

Alternatif yang lebih percaya diri:

“Menurut analisis saya, strategi ini memiliki beberapa kelemahan.”

atau:

“Saya melihat ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan.”

Anda masih terbuka terhadap masukan, tetapi tidak mengecilkan pemikiran sendiri.

3. “Terserah, apa saja boleh.”

Kalimat ini sering digunakan untuk menunjukkan fleksibilitas. Namun, jika terlalu sering diucapkan, orang lain bisa melihat Anda sebagai seseorang yang tidak memiliki pendirian.

Dalam psikologi kepribadian, orang yang mampu membuat keputusan dan menunjukkan preferensi sering dianggap lebih kompeten dan dapat diandalkan.

Misalnya ketika memilih tempat makan:

“Terserah, kamu saja.”

Sekilas terdengar santai, tetapi jika menjadi kebiasaan, orang lain mungkin merasa Anda tidak ingin terlibat dalam keputusan.

Cobalah:

“Saya fleksibel, tapi saya lebih suka tempat yang tenang.”

atau:

“Dua pilihan itu bagus, tetapi saya cenderung memilih yang pertama.”

Memiliki pilihan bukan berarti keras kepala. Itu menunjukkan Anda hadir dalam percakapan.

4. “Aku cuma…”

Kata “cuma” sering kali mengecilkan sesuatu yang sebenarnya penting.

Contoh:

“Aku cuma punya sedikit ide.”

“Aku cuma ingin bertanya.”

“Aku cuma membantu.”

Tanpa disadari, kata ini membuat kontribusi Anda terdengar lebih kecil.

Padahal bertanya, memberi ide, atau membantu adalah tindakan yang memiliki nilai.

Ganti dengan:

“Saya punya sebuah ide.”

“Saya ingin bertanya sesuatu.”

“Saya ingin membantu menyelesaikan ini.”

Perubahan kecil dalam bahasa dapat mengubah cara orang melihat peran Anda.

5. “Menurut saya sih…”

Menggunakan kata “menurut saya” sebenarnya tidak salah. Dalam banyak situasi, ini menunjukkan bahwa Anda memahami opini pribadi berbeda dari fakta.

Namun, masalah muncul ketika ditambah dengan kata-kata yang melemahkan seperti:

“Menurut saya sih mungkin…”

“Menurut saya kayaknya…”

Terlalu banyak kata pengaman membuat pesan Anda terdengar tidak pasti.

Coba gunakan:

“Saya melihat bahwa…”

“Pandangan saya adalah…”

“Berdasarkan pengalaman saya…”

Ini membuat komunikasi terdengar lebih matang.

6. “Saya tidak tahu apakah ini masuk akal, tapi…”

Banyak orang memulai ide dengan kalimat ini karena takut dianggap salah.

Namun, inovasi sering muncul dari ide yang belum sempurna. Jika Anda langsung memberi label bahwa ide Anda mungkin tidak masuk akal, pendengar bisa kehilangan rasa ingin tahu sebelum mendengarnya.

Alih-alih:

“Saya tidak tahu apakah ini masuk akal, tapi mungkin kita bisa mencoba cara baru.”

Gunakan:

“Ada pendekatan lain yang mungkin bisa kita pertimbangkan.”

Dengan begitu, ide Anda terdengar sebagai sebuah kemungkinan, bukan sesuatu yang harus langsung diragukan.

7. “Saya hanya mengikuti aturan.”

Dalam situasi tertentu, mengikuti aturan adalah hal yang benar. Namun, jika kalimat ini digunakan terlalu sering, Anda bisa terlihat seperti seseorang yang tidak mengambil tanggung jawab atau tidak memiliki pemikiran sendiri.

Orang yang dianggap serius biasanya bukan hanya mengikuti instruksi, tetapi juga memahami alasan di balik tindakannya.

Daripada:

“Saya hanya mengikuti aturan.”

Coba:

“Saya mengikuti prosedur ini karena alasan tersebut.”

atau:

“Saya menjalankan langkah ini berdasarkan pedoman yang ada.”

Perbedaannya kecil, tetapi menunjukkan pemahaman.

8. “Tidak masalah kalau tidak.”

Kalimat ini sering digunakan untuk menghindari tekanan terhadap orang lain.

Contoh:

“Bisa bantu saya dengan tugas ini? Tidak masalah kalau tidak.”

Sikap menghargai pilihan orang lain memang baik. Tetapi terlalu sering menggunakannya dapat memberikan kesan bahwa permintaan Anda tidak penting.

Versi yang lebih seimbang:

“Apakah Anda bisa membantu saya dengan ini? Jika tidak memungkinkan, beri tahu saya.”

Anda tetap menghargai orang lain tanpa merendahkan kebutuhan sendiri.

Mengapa Kata-Kata Kecil Bisa Mengubah Cara Orang Melihat Kita?

Menurut psikologi komunikasi, manusia tidak hanya menilai pesan berdasarkan isi, tetapi juga berdasarkan sinyal sosial yang muncul dari cara pesan itu disampaikan.

Nada bicara, pilihan kata, dan struktur kalimat dapat memberikan informasi tentang:

tingkat kepercayaan diri seseorang,
keyakinan terhadap idenya,
kemampuan mengambil keputusan,
posisi sosial dalam percakapan.

Orang yang sering menggunakan bahasa yang mengecilkan diri mungkin sebenarnya memiliki ide yang bagus, tetapi cara penyampaiannya membuat ide tersebut kurang mendapatkan perhatian.

Namun, penting untuk diingat: percaya diri bukan berarti harus selalu terdengar paling tahu. Orang yang benar-benar dihormati biasanya mampu menggabungkan tiga hal:

jelas dalam berbicara, yakin terhadap pemikirannya, dan tetap terbuka terhadap orang lain.

Kesimpulan: Cara Berbicara Membentuk Cara Orang Melihat Anda

Jika ingin dianggap serius, mulailah memperhatikan bukan hanya apa yang Anda katakan, tetapi juga bagaimana Anda mengatakannya.

Menghilangkan kebiasaan seperti:

terlalu sering meminta maaf,
mengecilkan ide sendiri,
selalu mengatakan “terserah”,
meragukan pendapat sebelum menyampaikannya,

dapat membantu orang lain melihat Anda sebagai pribadi yang lebih yakin, kompeten, dan memiliki nilai.

Terkadang perubahan terbesar dalam cara orang memperlakukan kita dimulai dari perubahan kecil dalam cara kita berbicara kepada mereka.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore