Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 05.40 WIB

Jarang Disadari, 5 Sikap Manis Pria Ini Ternyata Taktik Manipulatif

Ilustrasi sosok manipulatif. (freepik) - Image

Ilustrasi sosok manipulatif. (freepik)

JawaPos.com - Selama ini, stigma masyarakat mengenai hubungan toksik sering kali bias gender. Ketika mendengar kata "manipulatif," mayoritas orang cenderung langsung mengasosiasikannya dengan figur wanita. Akibatnya, perhatian terhadap taktik manipulasi yang dilakukan oleh kaum pria di dalam sebuah komitmen asmara masih sangat minim.

Padahal, kehadiran pria manipulatif dapat membuat kehidupan emosional pasangan yang mencintainya menjadi sangat menguras energi. Uniknya, tanda-tanda manipulasi pada pria sangat berbeda dan jauh lebih terselubung dibandingkan wanita. Mengetahui batasan perilaku ini sangat penting untuk membantu Anda menentukan sikap apakah harus bertahan atau segera melanjutkan hidup.

Dirangkum dari studi perilaku dan pengalaman para konselor hubungan, berikut adalah lima perilaku halus pria yang menunjukkan bahwa tindakan manisnya bersifat manipulatif, bukan cinta yang tulus.

1. Membatasi Ruang Gerak dengan Kedok "Ingin Selalu Bersama"

Pada fase awal hubungan, memiliki pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama pagi, siang, dan malam mungkin terasa mendebarkan. Namun, Anda patut waspada jika ia mulai merasa tidak suka berbagi waktu Anda dengan sahabat, menuntut Anda di rumah saja, hingga memaksa Anda selalu ikut dalam agenda keluarganya.

Meskipun menghabiskan waktu bersama pasangan adalah hal yang wajar, meluangkan waktu terpisah demi kesehatan mental dan kehidupan sosial pribadi tetaplah mutlak. Pria yang menuntut kehadiran Anda 24 jam sehari sebenarnya sedang menguras energi Anda secara perlahan demi memenuhi obsesi kendalinya.

2. Meminta Kepastian dan Validasi secara Terus-menerus

Ciri ini sering kali menimpa pria yang sebenarnya tampan, cerdas, dan populer. Mereka sengaja melontarkan kalimat bernada rendah diri agar Anda terus-menerus memberikan pujian dan meyakinkan bahwa dialah yang terbaik, tidak akan pernah ditinggalkan, dan karya atau usahanya selalu mengesankan.

Kebutuhan konstan akan kepastian (reassurance) ini sangat melelahkan secara psikologis. Sebuah studi ilmiah yang dirilis pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kebutuhan validasi yang berlebihan dari pasangan merupakan bentuk taktik pengendalian emosi dalam hubungan.

Para manipulator sengaja menggunakan drama emosional ini agar pasangan merasa memikul tanggung jawab penuh atas kesejahteraan mental mereka. Dampaknya, pihak wanita akan mudah didera rasa bersalah dan terpaksa menuruti segala keinginan sang pria.

3. Sangat Sensitif secara Emosional dan Manja saat Sakit

Menyukai pria yang sensitif dan ekspresif adalah hal yang baik. Namun, ceritanya akan berbeda jika nyeri ringan atau flu biasa membuat dunianya seolah-olah akan berakhir. Mereka akan mengerang berlebihan di atas sofa dan menuntut pelayanan total dari Anda.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore