
Praktik tempat kerja yang tidak diterima gen z karena budaya toxic dan mengabaikan work-life balance / foto : Magnific/ freepik
JawaPos.com – Gen Z secara terbuka menolak budaya kerja toksik yang selama ini diterima begitu saja oleh generasi sebelumnya tanpa banyak perlawanan.
Bagi generasi ini, work-life balance bukan sekadar keinginan tambahan melainkan kebutuhan mendasar yang harus dihormati oleh setiap tempat kerja.
Perubahan standar yang diperjuangkan Gen Z di tempat kerja sebenarnya bisa membawa manfaat nyata bagi seluruh generasi pekerja saat ini.
Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (30/6), berikut sembilan praktik tempat kerja yang dianggap sudah tidak bisa diterima lagi oleh Gen Z karena mencerminkan budaya yang merugikan kesehatan mental.
Baca Juga: 6 Ciri Orang Psikopat di Tempat Kerja sebagai Tanda Kepribadian Antisosial Menurut Psikologi
1. Gaji yang kronis terlalu rendah
Banyak anak muda saat ini menghadapi utang pendidikan yang besar sekaligus gaji yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Generasi sebelumnya sering meyakinkan mereka bahwa penderitaan finansial adalah lencana kehormatan menuju sukses, padahal itu justru membahayakan kesejahteraan mereka.
Gen Z menolak harapan untuk terus bekerja keras dengan senyum sementara mereka kesulitan membayar sewa tempat tinggal setiap bulannya.
2. Tekanan terus-menerus untuk menerima proyek baru
Gen Z merasa lelah dipaksa menerima beban kerja yang tidak realistis, terutama dari manajer yang hanya berfokus pada hasil akhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022