Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 05.08 WIB

Menurut Psikologi, Lebih Suka Melakukan 7 Hal Ini Sendirian daripada Bersama Orang Lain? Anda Lebih Kuat Secara Emosional

seseorang yang menikmati waktu diam sendirian. (Freepik/tirachardz) - Image

seseorang yang menikmati waktu diam sendirian. (Freepik/tirachardz)

JawaPos.com - Di tengah budaya yang sering mengagungkan keramaian, koneksi sosial tanpa henti, dan validasi dari luar, kesendirian kerap disalahpahami.

Orang yang menikmati waktu sendiri sering dicap antisosial, tertutup, atau bahkan “kurang pergaulan”. Padahal, menurut psikologi, preferensi untuk melakukan beberapa hal sendirian justru bisa menjadi tanda kekuatan emosional yang matang.

Kuat secara emosional bukan berarti kebal terhadap rasa sakit atau selalu terlihat percaya diri. Sebaliknya, ini tentang kemampuan memahami diri sendiri, mengelola emosi dengan sehat, dan tidak menggantungkan kestabilan batin pada orang lain

Dilansir dari Expert Editor, jika Anda mendapati diri lebih nyaman melakukan hal-hal berikut sendirian, besar kemungkinan Anda memiliki ketahanan emosional yang lebih tinggi daripada yang Anda kira.

1. Menikmati Waktu Diam Tanpa Merasa Gelisah

Banyak orang merasa tidak nyaman saat harus sendirian dengan pikirannya sendiri. Keheningan terasa canggung, bahkan menakutkan. Namun, Anda yang kuat secara emosional justru mampu duduk dalam diam tanpa perlu distraksi berlebihan.

Psikologi menyebut ini sebagai tanda emotional self-regulation. Anda tidak lari dari pikiran atau perasaan yang muncul, tetapi mengamati dan memahaminya. Waktu diam menjadi ruang refleksi, bukan sumber kecemasan. Ini menunjukkan kedewasaan emosional yang jarang dimiliki banyak orang.

2. Mengambil Keputusan Penting Tanpa Butuh Banyak Persetujuan

Jika Anda lebih suka memikirkan keputusan besar sendirian sebelum membaginya dengan orang lain, ini bukan tanda keras kepala. Justru, ini mencerminkan kepercayaan pada penilaian diri sendiri.

Orang yang kuat secara emosional tidak bergantung sepenuhnya pada validasi eksternal. Mereka mendengar saran, tetapi tidak kehilangan kompas internalnya. Psikologi melihat ini sebagai bentuk internal locus of control—keyakinan bahwa hidup Anda terutama dipengaruhi oleh pilihan Anda sendiri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore