
Ilustrasi seseorang yang berpura-pura baik pada orang lain. (Freepik)
JawaPos.com - Di permukaan, mereka tampak baik-baik saja. Senyumnya mudah muncul, jawabannya selalu singkat dan aman: “Aku nggak apa-apa.”
Mereka tetap bekerja, tetap bercanda, tetap hadir dalam pergaulan. Namun psikologi menunjukkan bahwa di balik topeng “semuanya baik-baik saja”, sering kali tersembunyi pergumulan batin yang sunyi dan melelahkan.
Berpura-pura kuat bukanlah tanda kelemahan, melainkan strategi bertahan. Sayangnya, strategi ini sering dibayar mahal oleh kesehatan mental.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh pergumulan batin yang kerap dialami oleh orang-orang yang terlihat paling tegar—namun sesungguhnya sedang berjuang sendirian.
1. Kelelahan Emosional yang Tak Pernah Benar-Benar Pulih
Menurut psikologi, menekan emosi secara terus-menerus membutuhkan energi mental yang besar. Orang yang selalu “baik-baik saja” sering mengalami emotional exhaustion—kelelahan batin yang tidak hilang meski sudah tidur atau libur.
Mereka mungkin tidak bisa menjelaskan kenapa selalu lelah, padahal tidak melakukan aktivitas berat. Sebab lelahnya bukan di tubuh, melainkan di jiwa. Setiap hari mereka menahan sedih, kecewa, atau marah agar tidak “merepotkan” orang lain.
2. Ketakutan Menjadi Beban bagi Orang Lain
Salah satu akar dari kepura-puraan ini adalah keyakinan batin: “Kalau aku jujur, aku akan merepotkan.” Psikologi menyebut ini sebagai pola self-silencing, yaitu kebiasaan membungkam kebutuhan diri demi menjaga hubungan sosial.
Mereka memilih diam bukan karena tidak butuh bantuan, tetapi karena takut ditolak, dihakimi, atau dianggap lemah. Ironisnya, semakin mereka diam, semakin berat beban yang mereka pikul sendiri.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
