
Kopi susu caramel latte. (Unsplash/allwaysfind)
JawaPos.com - Apakah Anda memulai hari dengan secangkir kopi hitam pekat atau segelas es kopi susu yang manis? Pilihan menu kopi harian Anda ternyata bukan sekadar urusan preferensi lidah, melainkan refleksi dari kondisi psikologis dan rekam genetik tubuh Anda.
Dikutip dari Your Tango, sebuah studi klinis yang dipimpin oleh Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis asal California sekaligus penulis buku "You Are WHY You Eat", berhasil memetakan korelasi ini.
Melalui penelitian terhadap 1.000 partisipan, Dr. Ramani menemukan bahwa cara seseorang menikmati kopi dapat membongkar karakter aslinya dalam menghadapi rutinitas harian.
Bagi Anda yang setia pada kopi hitam tanpa gula, survei menunjukkan bahwa Anda adalah tipe individu yang efisien, kuno, dan menyukai kesederhanaan.
Penikmat kopi hitam cenderung teguh pada pendirian, langsung pada inti masalah, dan enggan direpotkan oleh hal-hal yang rumit.
Menariknya, karakteristik ini diperkuat oleh riset dari Northwestern University. Marilyn Cornelis, seorang penulis studi dari universitas tersebut, memaparkan adanya hubungan genetik yang unik pada peminum kopi hitam.
"Individu-individu ini memetabolisme kafein secara lebih cepat di dalam tubuh, sehingga efek stimulasinya juga lebih cepat hilang," jelas Marilyn Cornelis. Metabolisme yang agresif ini menjelaskan mengapa pencinta kopi hitam terkadang rentan mengalami perubahan suasana hati (mood swings) yang cepat begitu efek kafeinnya menurun.
Berbanding terbalik dengan peminum kopi hitam, mereka yang lebih menyukai kopi berbasis susu seperti latte atau cappuccino dikenal memiliki kepribadian yang ramah dan terbuka.
Mereka adalah tipe orang yang sangat murah hati, senang membantu, dan selalu ingin memastikan orang di sekitarnya merasa nyaman.
Namun, Dr. Ramani mengingatkan adanya sisi negatif dari karakter people-pleaser atau penikmat kopi susu ini. Karena terlalu fokus menjaga kebahagiaan orang lain, mereka sering kali memaksakan diri hingga mengabaikan kebutuhan dan kesehatan mental mereka sendiri.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
