
seseorang yang terlalu sering meminta maaf saat mengirim pesan teks / foto: Magnific/stockking
JawaPos.com - Di era digital, sebagian besar hubungan dibangun melalui layar. Mulai dari percakapan dengan pasangan, teman, rekan kerja, hingga orang yang baru dikenal, semuanya sering dimulai dari sebuah pesan teks.
Yang menarik, psikolog mengatakan bahwa cara seseorang mengirim pesan sering kali mencerminkan keadaan psikologis yang lebih dalam. Bukan hanya tentang sopan santun atau kemampuan berkomunikasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.
Harga diri (self-esteem) adalah keyakinan bahwa kita layak dihargai, dicintai, dan diperlakukan dengan baik. Orang dengan harga diri yang sehat biasanya memiliki pola komunikasi yang berbeda dibanding mereka yang masih sering meragukan nilai dirinya.
Tentu saja, tidak ada satu pesan pun yang bisa langsung "mendiagnosis" kondisi psikologis seseorang. Namun jika beberapa kebiasaan berikut sering muncul dalam cara Anda berkirim pesan, mungkin ada sesuatu yang patut direnungkan.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (26/6), terdapat tujuh gaya pesan teks yang secara diam-diam dapat mengungkapkan tingkat harga diri seseorang.
1. Terlalu Sering Meminta Maaf Bahkan Saat Tidak Bersalah
Apakah Anda pernah mengirim pesan seperti:
"Maaf mengganggu ya..."
"Maaf kalau pesanku kepanjangan."
"Maaf ya, mungkin pertanyaanku bodoh."
Padahal Anda hanya ingin bertanya sesuatu yang sangat wajar.
Psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan meminta maaf secara berlebihan sering kali muncul pada orang yang takut menjadi beban bagi orang lain. Mereka merasa keberadaan atau kebutuhannya sendiri kurang penting.
Lama-kelamaan, pola ini membuat seseorang terus menempatkan dirinya di posisi yang lebih rendah dibanding lawan bicara.
Orang dengan harga diri yang sehat tetap bisa meminta maaf ketika memang melakukan kesalahan. Namun mereka tidak merasa perlu meminta maaf hanya karena memiliki kebutuhan, mengajukan pertanyaan, atau memulai percakapan.
Coba ubah:

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
