Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2026 | 04.32 WIB

7 Cara Gaya Pesan Teksmu Secara Diam-Diam Mengungkapkan Seberapa Besar Harga Dirimu Menurut Psikologi

seseorang yang terlalu sering meminta maaf saat mengirim pesan teks / foto: Magnific/stockking - Image

seseorang yang terlalu sering meminta maaf saat mengirim pesan teks / foto: Magnific/stockking

JawaPos.com - Di era digital, sebagian besar hubungan dibangun melalui layar. Mulai dari percakapan dengan pasangan, teman, rekan kerja, hingga orang yang baru dikenal, semuanya sering dimulai dari sebuah pesan teks.

Yang menarik, psikolog mengatakan bahwa cara seseorang mengirim pesan sering kali mencerminkan keadaan psikologis yang lebih dalam. Bukan hanya tentang sopan santun atau kemampuan berkomunikasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.

Harga diri (self-esteem) adalah keyakinan bahwa kita layak dihargai, dicintai, dan diperlakukan dengan baik. Orang dengan harga diri yang sehat biasanya memiliki pola komunikasi yang berbeda dibanding mereka yang masih sering meragukan nilai dirinya.

Tentu saja, tidak ada satu pesan pun yang bisa langsung "mendiagnosis" kondisi psikologis seseorang. Namun jika beberapa kebiasaan berikut sering muncul dalam cara Anda berkirim pesan, mungkin ada sesuatu yang patut direnungkan.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (26/6), terdapat tujuh gaya pesan teks yang secara diam-diam dapat mengungkapkan tingkat harga diri seseorang.

1. Terlalu Sering Meminta Maaf Bahkan Saat Tidak Bersalah

Apakah Anda pernah mengirim pesan seperti:

"Maaf mengganggu ya..."

"Maaf kalau pesanku kepanjangan."

"Maaf ya, mungkin pertanyaanku bodoh."

Padahal Anda hanya ingin bertanya sesuatu yang sangat wajar.

Psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan meminta maaf secara berlebihan sering kali muncul pada orang yang takut menjadi beban bagi orang lain. Mereka merasa keberadaan atau kebutuhannya sendiri kurang penting.

Lama-kelamaan, pola ini membuat seseorang terus menempatkan dirinya di posisi yang lebih rendah dibanding lawan bicara.

Orang dengan harga diri yang sehat tetap bisa meminta maaf ketika memang melakukan kesalahan. Namun mereka tidak merasa perlu meminta maaf hanya karena memiliki kebutuhan, mengajukan pertanyaan, atau memulai percakapan.

Coba ubah:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore